Delapan SD di Batu Sepi Murid, Merger Masih Dikaji
Gambar atau konten salah?
Kota Batu menghadapi situasi yang cukup unik dalam penerimaan siswa baru tahun ini. Sejumlah sekolah dasar negeri di wilayah tersebut kesulitan mendapatkan murid. Data dari Dinas Pendidikan Kota Batu menunjukkan ada delapan SD yang hanya kebagian sedikit siswa baru.
Kepala Seksi Pembinaan SD Dindik Kota Batu, Dina, mengatakan jumlah siswa baru di delapan sekolah itu masih di bawah sepuluh anak. Bahkan ada yang tepat sepuluh. Tapi angka ini belum final. Pihak dinas memperkirakan masih ada perubahan dalam beberapa minggu ke depan.
"Ada delapan sekolah yang saat ini jumlah murid baru kurang dari 10 atau berjumlah 10 anak. Kenapa saya bilang 'saat ini', karena berdasarkan informasi dari pihak sekolah, biasanya masih ada tambahan atau mutasi murid baru di bulan Agustus nanti," kata Dina pada Selasa, 14 Juli 2026.
Dina menjelaskan ada beberapa penyebab utama kenapa sekolah-sekolah itu sepi peminat. Salah satu yang paling berpengaruh adalah sistem zonasi dalam seleksi penerimaan siswa baru. Di lapangan, persaingan antar sekolah di lokasi yang berdekatan cukup ketat.
"Faktor utamanya adalah sistem zonasi pada SPMB, di mana terdapat sekolah yang lokasinya saling berdekatan, baik sesama sekolah dasar negeri maupun swasta. Sementara di sisi lain, potensi siswa baru dari sekitar tempat itu sangat terbatas," jelas Dina.
Masalah ini makin rumit karena kondisi demografi di sekitar sekolah. Jumlah anak usia sekolah dasar di lingkungan tersebut memang sedang menurun. "Populasi anak usia 6 sampai 12 tahun di lingkungan sekitar sekolah-sekolah tersebut memang tercatat sangat sedikit," tambahnya.
Menghadapi situasi ini, muncul ide untuk menggabungkan beberapa sekolah. Tapi Dina menegaskan Dindik tidak mau terburu-buru. Proses merger atau regrouping sekolah cukup rumit dan butuh pertimbangan matang.
Saat ini langkah merger masih dalam tahap kajian dan evaluasi. Dindik Kota Batu ingin menghindari masalah administratif dan sosial yang mungkin muncul di kemudian hari.
"Langkah untuk merger atau regrouping sekolah masih dalam kajian dan evaluasi. Ada beberapa hal sensitif yang harus diperhatikan betul, mulai dari penataan guru dan kepala sekolah, pemindahan data siswa dan guru ke sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), hingga urusan penggabungan inventaris dan aset sekolah," tegas Dina.
Delapan SD yang kekurangan murid ini menjadi perhatian serius. Sistem zonasi memang dirancang untuk pemerataan, tapi di beberapa titik justru menimbulkan masalah baru. Sekolah yang lokasinya berdekatan harus bersaing memperebutkan siswa dari wilayah yang sama. Sementara jumlah anak usia SD di sekitar tempat itu memang terbatas. Keputusan merger pun tidak bisa diambil cepat karena menyangkut banyak hal, mulai dari nasib guru hingga aset sekolah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MPLS Seru di Rumah Pintar BSI, 235 Siswa Baru Antusias
MUI Bantah Mitos Bulan Safar Pembawa Sial
Peternak Ikan Keramba di Lumajang Rugi Jutaan Rupiah Akibat Belerang
1 Safar 1448 H: Perbedaan Tanggal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
56 RT dan RW di Tambak Wedi Ancam Mundur Massal
56 RT & RW di Tambak Wedi Ancam Mundur Massal Bela Lurah
Berita Terbaru
Delapan SD di Batu Sepi Murid, Merger Masih Dikaji
Amanda Manopo Tuang ASI ke Kopi Suami, Netizen Heboh
Toyota Uji Coba Innova Hycross Facelift di India
De la Fuente: Inggris Vs Argentina Juga Final Dini
Jonatan Christie Tersingkir di Babak 32 Besar Japan Open
DPR Usul Shelter Ojol di Setiap Kecamatan
Deru Sidak SPBU, Temukan Pengisian BBM Butuh 8,5 Menit
