Peternak Ikan Keramba di Lumajang Rugi Jutaan Rupiah Akibat Belerang

Sinta R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Peternak Ikan Keramba di Lumajang Rugi Jutaan Rupiah Akibat Belerang

Gambar atau konten salah?

Di Kabupaten Lumajang, tepatnya di Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, ada pemandangan yang kontras. Warga sekitar tampak riang berebut ikan yang mengambang di permukaan Danau Ranu Klakah. Namun di balik kegembiraan itu, ada kesedihan yang dialami para peternak ikan keramba. Mereka harus merugi hingga jutaan rupiah.

Ribuan ikan mujaer dan nila yang dibudidayakan di keramba tiba-tiba mabuk atau mati. Penyebabnya adalah kandungan belerang yang naik dari dasar danau ke permukaan. Fenomena ini dipicu oleh cuaca dingin yang melanda beberapa hari terakhir. Belerang yang naik membuat kadar oksigen di air menurun drastis. Akibatnya, ikan-ikan di keramba kekurangan oksigen.

Ikan-ikan itu kemudian berusaha naik ke permukaan untuk mencari oksigen tambahan. Tapi tidak semuanya selamat. Banyak yang akhirnya mati dan mengambang di atas danau. Para peternak keramba terpaksa menanggung kerugian yang tidak sedikit, mencapai Rp10 juta.

"Kita rugi sekitar 15 persen. Mulai subuh saya angkat, saya jual. Alhamdulillah masih laku namun harganya turun," kata Narwi, salah satu peternak ikan keramba. Menurut Narwi, fenomena ini terjadi karena dasar Danau Ranu Klakah merupakan bekas kawah belerang dari letusan Gunung Lemongan. Gas belerang dari bawah menguap ke danau saat suhu dingin ekstrem.

Untuk mengurangi kerugian yang lebih besar, para peternak terpaksa melakukan panen paksa. Mereka memanen ikan lebih awal dari jadwal seharusnya. Ikan yang sudah mati harus dibuang. Sedangkan ikan yang masih hidup dijual dengan harga murah. Harga ikan mujaer dan nila yang biasanya Rp35.000 per kilogram, kini hanya Rp28.000 per kilogram.

"Kita lakukan panen lebih awal untuk mengurangi kerugian yang lebih besar. Meskipun kalau dipanen lebih awal harganya lebih murah," kata Narwi. Para peternak berharap kejadian serupa tidak berlangsung lama. Mereka khawatir kerugian akan semakin besar jika fenomena ini terus berlanjut.

Kejadian ini menunjukkan bagaimana cuaca ekstrem bisa berdampak langsung pada mata pencaharian warga. Danau Ranu Klakah yang merupakan bekas kawah belerang memang memiliki karakteristik unik. Namun di saat suhu dingin, karakteristik itu justru menjadi ancaman bagi para peternak ikan keramba.

ikan matidanau ranu klakahpeternak kerambabelerangoksigen menurunkerugianpanen paksa

Komentar

Memuat komentar...