Diet Tanpa Olahraga Bisa Bikin Keriput, Imun Turun
Gambar atau konten salah?
Banyak orang mendambakan berat badan ideal. Tapi perjalanan menuju ke sana sering terasa berat. Ada yang memilih jalan pintas: membatasi makan, tanpa menyentuh olahraga sama sekali. Alasannya klasik. Waktu terbatas. Atau sekadar malas gerak.
Pertanyaannya, apakah cara ini benar-benar manjur? Spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, punya jawabannya. Menurutnya, berat badan memang bisa turun. Tapi ada harga yang harus dibayar. Massa otot ikut terkikis. "Jadi kalau misalnya mau kurus tapi nggak olahraga, berat badannya (bisa) turun, tapi yang kita khawatirkan ototnya ikutan turun. Kalau misalnya ototnya turun juga, itu biasanya jadi keliatan kayak keriput," jelas dr Yaze dalam sebuah sesi live di TikTok bersama detikHealth pada Kamis, 09 Juli 2026.
Penurunan massa otot bukan sekadar soal penampilan. Ini soal kesehatan. Saat berdiet, target utamanya adalah lemak. Bukan otot. Idealnya, massa otot tetap stabil. Lemaklah yang menyusut. Jika otot ikut berkurang, masalah mulai bermunculan. Kualitas tidur bisa terganggu. Sistem kekebalan tubuh pun ikut melemah. "Kalau bisa dengan olahraga, ototnya bertambah. Jangan sampai si lemak turun, ototnya juga turun. Karena itu bisa menyebabkan penurunan dari imunitas tubuh," ujar dr Yaze.
Dampaknya tidak berhenti di situ. "Bisa mengganggu misalnya kualitas tidur, bisa mengganggu juga kalau perempuan itu hormon kewanitaannya. Jadi otot itu penting, jadi yang harus diturunkan itu lemaknya," sambungnya. Otot punya peran krusial, termasuk bagi keseimbangan hormon pada wanita.
Ada risiko lain yang mengintai. Diet tanpa olahraga kerap memicu fase stuck. Berat badan berhenti turun. Rasa frustrasi pun tak terhindarkan. Banyak orang akhirnya menyerah di tengah jalan. Karena itu, dr Yaze menekankan pentingnya mengiringi diet dengan aktivitas fisik. Olahraga bukan sekadar pilihan. Ini bagian dari strategi agar proses penurunan berat badan berjalan optimal dan berkelanjutan.
Intinya, menurunkan berat badan bukan hanya soal angka di timbangan. Ini soal komposisi tubuh. Lemak yang turun, otot yang terjaga. Hasilnya bukan sekadar kurus, tapi tubuh yang lebih sehat dan fungsional. Tanpa olahraga, risiko kehilangan otot terlalu besar. Dan itu artinya, kesehatan jangka panjang ikut dipertaruhkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pabrik Susu Formula: 5 Tahap Produksi yang Ketat
5 Alasan Kopi Bisa Bantu Hidup Lebih Lama
Anemia Ancam SDM, Bukan Cuma Masalah Kesehatan
Anemia Zat Besi: Ancaman Diam-Diam pada Anak
Haaland Konsumsi 6.000 Kalori per Hari, Dokter Ingatkan Risiko
Penyerapan Zat Besi Kunci Cegah Anemia, Bukan Sekadar Asupan
Berita Terbaru
