Camat Boyolali Kirim Video Porno Hanya Ditegur
Gambar atau konten salah?
Seorang camat di Boyolali hanya mendapat teguran tertulis dari Bupati setelah mengirimkan video porno kepada mantan karyawatinya, A (19). Sanksi ringan ini membuat A kecewa. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 07 Juli 2026, dan sanksi diberikan keesokan harinya, Rabu, 08 Juli 2026.
"Tertulis, ada tanda tangannya Pak Bupati. Tertulis," kata camat tersebut saat ditemui awak media.
Ia mengaku dipanggil Sekretaris Daerah (Sekda) pada Selasa lalu. "Yo wis tak tompo lah (Ya saya terima lah), itu nasib saya," ujarnya. Camat itu mengatakan sanksi diberikan agar ia tidak mengulangi perbuatannya dan lebih berhati-hati. "Sanksinya supaya tidak mengulangi, untuk berhati-hati. (Sanksi) Teguran," lanjutnya.
Camat itu berdalih langsung meminta maaf setelah dipertemukan dengan A oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boyolali. Ia mengaku tidak sengaja mengirim video tersebut. "Nggak ngirim. Salah kirim. Salah kirim itu," ucapnya. "Saya sudah ketemu yang bersangkutan, saya sudah minta maaf kok," lanjut si camat.
Dia juga menegaskan video tak senonoh itu hanya terkirim sekali. "Hanya sekali. Kalau 2 kali namanya tidak salah kirim," ucapnya. Ia mengaku langsung menghapus video itu kurang dari setengah menit setelah terkirim. "Itu nggak lebih dari setengah menit sudah tak hapus," imbuhnya.
Sementara itu, A mengaku kecewa dengan sanksi yang diberikan. "Di berita yang beredar sanksinya itu enggak ada, cuma dapat teguran. Harusnya kan ada," keluhnya. "Tapi itu cuma dapat teguran aja, enggak dapat sanksi. Kan kita juga enggak tahu kalau ada korban lain yang enggak berani speak up kan. Lah itu gimana itu, soalnya kan cuma dapat teguran, enggak dapat sanksi lain. Padahal dia sudah melanggar aturan juga sih," lanjut A.
A mengaku sakit hati dan kecewa setelah camat itu mengiriminya video mesum. Pasalnya, hubungannya dengan mantan majikannya saat bekerja di salah satu toko roti terasa baik-baik saja. Ia menuturkan tidak pernah menjelek-jelekkan camat tersebut. Karena itu, dia sangat kaget saat dilecehkan. "Saya langsung gemeteran, lha ini kok ngirimi kayak gini, kenapa gitu. Padahal kan nggak ada masalah sama sekali," ungkapnya.
A melanjutkan, dia tidak bisa tidur bahkan takut bertemu dengan si camat di jalan setelah dikirimi dua video porno. Sebab, camat itu tidak segera memberikan klarifikasi. "Bikin saya jadi kepikiran terus," katanya lagi. Ia meminta ada sanksi yang lebih tegas untuk mantan bosnya. Sebab, bila hanya ditegur, dia khawatir si camat akan mengulangi lagi tingkahnya.
A membantah jika kiriman video itu langsung dihapus tak sampai setengah menit setelah terkirim. Dia mengaku mendapat kiriman video itu pukul 11.58 WIB. Pukul 12.07 WIB kiriman tersebut masih ada dan ia tangkap layar. "Pas jam 12 lebih 15 (menit) kalau nggak 20 (menit) gitu, baru ditarik (kiriman dihapus)," terangnya.
Perbedaan versi antara pengakuan camat yang mengaku langsung menghapus video dan pernyataan A yang membantah hal itu menjadi sorotan. A bahkan memiliki bukti tangkapan layar yang menunjukkan video masih ada sekitar sembilan menit setelah dikirim, dan baru dihapus sekitar 17 hingga 22 menit kemudian.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
