Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Tembus Rp18.075
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada perdagangan Jumat pagi, 23 Oktober 2026. Mata uang Negeri Paman Sam itu kini berada di kisaran Rp 18.000-an.
Mengacu pada data Bloomberg, dolar AS naik tipis 0,08 persen ke posisi Rp 18.075. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 18.060.
Sementara itu, data dari RTI Business mencatat penguatan dolar AS sebesar 0,06 persen ke level Rp 18.060. Sepanjang tahun 2026, dolar AS sudah menguat hingga 8,29 persen terhadap rupiah.
Pergerakan dolar AS pagi ini tidak seragam terhadap mata uang negara-negara besar lainnya. Terhadap franc Swiss (CHF), dolar AS menguat 0,06 persen. Penguatan juga terjadi terhadap yen Jepang (JPY) sebesar 0,08 persen.
Namun, dolar AS justru melemah terhadap beberapa mata uang utama Eropa dan kawasan. Terhadap euro (EUR), dolar AS turun 0,05 persen. Pelemahan yang sama, 0,05 persen, juga terjadi terhadap poundsterling Inggris (GBP).
Dolar AS juga melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar Kanada (CAD). Pelemahan paling besar terjadi terhadap dolar Australia (AUD), yakni sebesar 0,11 persen.
Secara keseluruhan, penguatan dolar AS terhadap rupiah pada pagi ini masih tergolong kecil. Namun, akumulasi penguatan sepanjang tahun yang mencapai lebih dari 8 persen menunjukkan tren yang cukup konsisten. Pergerakan dolar AS yang bervariasi terhadap mata uang lain juga menggambarkan dinamika pasar keuangan global yang tidak selalu searah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Pagi Ini: Sempat Merah, Kembali Menguat ke 5.404
BI Akui Outflow Modal Asing Usai Ancaman MSCI
BEI Rilis Daftar Saham HSC, Bukan Vonis Kualitas Emiten
IHSG Menguat 4,9% Meski Investor Asing Jual Saham
Harga Emas Anjlok, Sentuh Level Terendah Tiga Bulan
Pos Indonesia Gagal Bayar Utang Rp400 Miliar
Berita Terbaru
Harga Minyak Melonjak, Ancaman Serangan AS ke Iran Meningkat
Satgas PKH Tutup Paksa Tambang Ilegal di Papua Tengah
Bahlil Ungkap 5 IUP Tambang Nilainya Rp 5.400 Triliun
RI Kurangi Pasokan Gas ke Singapura Mulai Besok
Pengusaha Dukung Penghentian Ekspor Gas ke Singapura
MAGMA Indonesia Versi Baru, Pantau Risiko Bencana dari Genggaman
Indonesia Mulai Kurangi Ekspor Gas ke Singapura
Bahlil Pasang Target PNBP Rp 165 Triliun
IHSG Pagi Ini: Sempat Merah, Kembali Menguat ke 5.404
