DPRD Dorong Literasi Tak Hilang di Revitalisasi Gasibu

Maya K. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
DPRD Dorong Literasi Tak Hilang di Revitalisasi Gasibu

Gambar atau konten salah?

Pembongkaran bangunan Perpustakaan Gasibu, yang merupakan bagian dari proyek revitalisasi kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu, kini menjadi sorotan DPRD Jawa Barat. Komisi V DPRD Jawa Barat menyatakan dukungannya terhadap penataan kawasan tersebut, namun memberikan catatan penting. Mereka mengingatkan agar layanan literasi untuk masyarakat tidak ikut hilang dalam proses revitalisasi ini.

Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai pembongkaran Perpustakaan Gasibu. Meski begitu, ia memilih untuk berpikir positif. Ia berharap langkah pembongkaran ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk di dalamnya layanan perpustakaan.

"Saya belum dapat laporan ya, tetapi saya berhusnuzan, bahwa setiap apa yang dibongkar itu adalah perbaikan. Termasuk perbaikan peningkatan kualitas layanan untuk literasi dengan salah satunya perpustakaan," kata Yomanius saat dihubungi pada Senin, 13 Juli 2026.

Menurut Yomanius, revitalisasi kawasan seharusnya tidak hanya berfokus pada penataan fisik semata. Ia menekankan pentingnya menjamin keberlangsungan fasilitas yang selama ini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama ruang literasi. Ia yakin Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan konsep baru agar layanan perpustakaan tetap hadir dengan kualitas yang lebih baik setelah penataan kawasan selesai.

"Saya yakin betul bahwa akan difasilitasi dalam bentuk yang lebih baik untuk layanan perpustakaan itu. Itu karena saya belum dapat informasi detail ya, tapi saya mengira-ngira kira-kira seperti itu ya," ujarnya.

Sebelumnya, bangunan Perpustakaan Gasibu yang terletak di sisi utara Lapangan Gasibu telah dibongkar hingga rata dengan tanah. Pembongkaran ini merupakan bagian dari proyek revitalisasi kawasan Gedung Sate dan Gasibu yang lebih besar.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengumumkan rencana transformasi layanan literasi. Ke depannya, layanan perpustakaan akan beralih ke konsep perpustakaan digital. Sementara itu, koleksi buku fisik tetap akan dihadirkan melalui layanan perpustakaan keliling yang beroperasi di sekitar kawasan Gasibu.

"Selanjutnya perpustakaan Gasibu akan bertransformasi menjadi perpustakaan digital. Untuk warga yang membutuhkan koleksi manual akan disajikan di perpustakaan mobile di seputar Gasibu," jelas Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman.

Herman juga menjelaskan bahwa bangunan perpustakaan harus disesuaikan dengan desain baru kawasan Gasibu. Nantinya, kawasan tersebut akan terhubung langsung dengan halaman Gedung Sate. "Gedung Perpustakaan Gasibu diadaptasikan dengan desain lanskap penataan Gasibu yang terintegrasi dengan halaman Gedung Sate," katanya.

Proyek revitalisasi ini pada dasarnya bertujuan untuk menata ulang kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu agar lebih terintegrasi. Namun, kekhawatiran utama dari DPRD adalah agar akses masyarakat terhadap bahan bacaan tidak terputus selama proses transisi berlangsung. Pemerintah provinsi sendiri telah menjanjikan layanan perpustakaan digital dan perpustakaan keliling sebagai solusi sementara maupun permanen untuk menggantikan peran Perpustakaan Gasibu yang lama.

revitalisasi GasibuPerpustakaan GasibuDPRD Jawa Baratlayanan literasiperpustakaan digitalpembongkaran bangunankawasan Gedung Sate

Komentar

Memuat komentar...