DSI DIBUAT BUMN Danantara, Dirut Baru Luke Thomas Mahony
Gambar atau konten salah?
PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) kini menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan oleh Danantara. BUMN ini bertugas mengelola tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam.
Setelah pengumuman BUMN, muncul kabar tentang nama Direktur Utama (Dirut) DSI. Nama tersebut adalah Luke Thomas Mahony. Sebelumnya, Luke pernah menjabat sebagai Direktur di PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Manajer Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, diminta konfirmasi mengenai Dirut DSI. Ia menolak mengonfirmasi dan menyatakan tidak bisa menjawab soal Dirut DSI. Ia menegaskan bahwa akan ada keterangan pers khusus terkait DSI.
Di konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, pada 20 Mei 2026, Rosan menyatakan, “Nanti kalau saya jawab sekarang, nggak ada press conference lagi. Nanti ya, karena kita juga harus rekrut yang bagus‑bagus. Ada, calon sudah ada. Masih ini dan pasti segera diumumkan.”
Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA). Melalui aturan baru ini, ekspor sejumlah komoditas strategis diwajibkan dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah. Prabowo menegaskan kebijakan tersebut bertujuan memperkuat pengawasan ekspor SDA Indonesia sekaligus menutup celah praktik pelarian devisa hasil ekspor (DHE) hingga kurang bayar pajak. Ia mengucapkan, “Hari ini pemerintah Republik Indonesia yang saya pimpin menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.”
Dengan pembentukan DSI dan regulasi baru, pemerintah berupaya menstrukturkan ekspor sumber daya alam secara lebih terkontrol dan transparan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
