Kanker Prostat: Bisakah Dicegah?
Gambar atau konten salah?
Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling umum ditemukan pada pria, terutama mereka yang sudah berusia lanjut. Wajar kalau banyak pria kemudian bertanya-tanya, apakah penyakit ini bisa dicegah?
Jawaban singkatnya: sampai sekarang, belum ada cara yang benar-benar terbukti bisa mencegah kanker prostat secara pasti. Hasil penelitian soal pencegahan kanker prostat masih beragam, dan sebagian besar studi memang tidak dirancang untuk membuktikan apakah suatu metode benar-benar ampuh mencegah penyakit ini.
Tapi bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan. Para ahli kesehatan menyarankan beberapa kebiasaan sehat yang dipercaya bisa membantu menurunkan risiko kanker prostat. Kebiasaan-kebiasaan ini juga baik untuk jantung, metabolisme, dan kualitas hidup secara umum.
Berikut beberapa rutinitas yang bisa dicoba, seperti dikutip dari laman Mayo Clinic:
- Perbanyak makan buah dan sayur
Buah dan sayuran mengandung vitamin serta nutrisi yang diyakini bisa membantu menurunkan risiko kanker prostat. Selain itu, pola makan kaya buah dan sayur membuat perut terasa kenyang lebih lama. Efeknya, kita jadi tidak mudah tergoda mengonsumsi makanan tinggi kalori tapi rendah gizi.
- Pilih makanan rendah lemak, batasi produk susu
Makanan berlemak meliputi kacang-kacangan, minyak, dan produk susu seperti susu sapi serta keju. Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lemak dalam jumlah tinggi memiliki risiko lebih besar terkena kanker prostat. Tapi penelitian lain tidak menemukan hubungan yang sama.
Meski hasilnya masih simpang siur, membatasi makanan berlemak tetap dianjurkan. Soalnya, kebiasaan ini bisa membantu menjaga berat badan dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Cara sederhananya: pilih daging tanpa lemak, kurangi penggunaan minyak atau mentega saat memasak, dan pilih susu serta produk olahan yang rendah lemak.
Spesialis urologi, dr Adistra Imam Satjakoesoemah, SpU, FICS, juga menyarankan untuk mengurangi beberapa jenis makanan tertentu.
"Ada makanan-makanan yang sifatnya prokarsinogenik, overall sebenarnya bukan buat prostat doang. Red meat (daging merah), kemudian dairy food, susu dan produk turunannya. Itu ada chance, ada risiko. Sekali lagi ini bukan menyebabkan ya, tapi ada risiko," jelasnya.
- Olahraga teratur
Sebagian besar penelitian tentang olahraga dan kanker prostat menunjukkan bahwa orang yang aktif bergerak cenderung memiliki risiko kanker prostat lebih rendah dibandingkan mereka yang malas gerak.
Olahraga punya banyak manfaat: menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker, plus membantu menjaga berat badan ideal. Usahakan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150-300 menit per minggu, atau aktivitas fisik intensitas tinggi selama 75-150 menit per minggu. Bisa juga kombinasi keduanya.
dr Adistra juga menyebut gaya hidup sedentari atau kebiasaan duduk terlalu lama bisa berdampak buruk bagi tubuh, termasuk meningkatkan risiko masalah pada prostat.
"Kaum-kaum mager baiknya itu (perbanyak gerak). Semuanya sih bisa risk-nya meningkat. Sakit jantung dan lain-lain. Jadi olahraga teratur, aktivitas fisik, tadi juga diabetes juga," kata dr Adistra.
- Jaga berat badan ideal
Obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis. Kalau berat badan sudah berlebih, usahakan menurunkannya dengan mengurangi asupan kalori dan memperbanyak aktivitas fisik.
Faktor risiko kanker prostat
Dikutip dari laman Cleveland Clinic dan Mayo Clinic, beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker prostat antara lain:
- Usia. Risiko kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 60 persen kasus kanker prostat terjadi pada pria berusia di atas 65 tahun.
- Riwayat keluarga. Seseorang memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi terkena kanker prostat jika memiliki anggota keluarga dekat yang mengidap penyakit ini.
- Perubahan DNA yang diturunkan. Beberapa perubahan DNA yang meningkatkan risiko kanker bisa diwariskan dari orang tua ke anak. Perubahan DNA pada gen BRCA1 dan BRCA2 diketahui bisa meningkatkan risiko kanker prostat.
- Obesitas. Orang dengan obesitas kemungkinan memiliki risiko kanker prostat lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki berat badan sehat.
Perlu diingat, memiliki satu atau lebih faktor risiko bukan berarti seseorang pasti akan terkena kanker prostat. Sebaliknya, tidak memiliki faktor risiko juga bukan jaminan aman. Yang terpenting adalah menjalani pola hidup sehat dan rutin memeriksakan diri ke dokter.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prancis ke Perempat Final, Kalahkan Paraguay 1-0
Stasiun CNG di Sumsel Masuk Proyek Strategis Nasional
Delegasi Qatar dan Saudi Hadiri Pemakaman Khamenei
Malioboro Full Pedestrian Mulai November 2026
Bali Siapkan Lahan 7,1 Hektare untuk Program Makan Bergizi Gratis
Jembatan Sukamenak Dibuka Kembali, Gubernur Mediasi
Qantas Buka Rute Langsung Sydney-London 2027
Apple Siapkan 10 Juta Unit iPhone Lipat, Target Produksi 2026 Tembus 220 Juta
Transmart Diskon Sepeda 60%+20%, Hemat Rp 459 Ribu
