Dudy Ungkap Tabrakan KRL‑Argo, Green SM Tanggapi di Instagram
Gambar atau konten salah?
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan ketidakpuasan atas insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek. Menurutnya, kecelakaan tersebut bermula ketika taksi hijau Green SM memutuskan untuk mogok di perlintasan kereta.
Untuk menanggapi, Dudy memerintahkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menemui pengelola Green SM. Pertemuan yang dijadwalkan pada 28 April 2026 akan membahas evaluasi. “Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah‑mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya,” kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur.
Green SM segera membalas dengan membuka suara di akun Instagram mereka. Perusahaan menegaskan bahwa mereka “menaruh perhatian penuh atas insiden tersebut dan sudah memberikan keterangan terhadap pihak berwenang untuk mendukung proses investigasi yang berlangsung.”
Perusahaan menambahkan, “Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.” Selanjutnya, mereka menegaskan komitmen keselamatan: “Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.”
Green SM juga berjanji akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi. “Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Utama Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menyampaikan data korban. “Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.”
Ia melanjutkan, “Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.”
KAI juga menginformasikan bahwa barang‑barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found. “Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
Insiden ini menyoroti pentingnya koordinasi antara operator transportasi dan pihak berwenang. Keterlambatan atau kegagalan prosedur di perlintasan dapat menimbulkan konsekuensi fatal, seperti yang terlihat pada hari ini. Penanganan cepat dan transparan menjadi kunci dalam memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem transportasi nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
