Durian Musang King Gagal Terbang, Penumpang Malaysia Menangis di Bandara
Gambar atau konten salah?
Seorang perempuan asal Malaysia harus merelakan air matanya jatuh di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA1). Bukan karena drama perpisahan, melainkan karena tiga kotak durian Musang King yang ia beli khusus untuk dibawa ke Arab Saudi, gagal lolos pemeriksaan. Padahal, buah itu sengaja ia siapkan untuk mengobati rasa rindu akan kampung halaman.
Bagi banyak orang yang tinggal di luar negeri, membawa makanan khas dari tanah air adalah cara sederhana untuk mengurangi kerinduan. Camilan, bumbu dapur, atau buah-buahan yang sulit ditemukan di negara lain sering kali menjadi barang berharga di dalam koper. Namun, setiap negara dan maskapai punya aturan sendiri soal barang bawaan. Aturan itulah yang kadang memaksa penumpang meninggalkan makanan favorit mereka demi mengikuti regulasi penerbangan.
Perempuan itu membagikan kisahnya di media sosial, seperti dilaporkan oleh WeirdKaya pada 6 Juli 2026. Ia mengaku tidak sempat menikmati musim durian selama berada di Malaysia. Karena itu, ia membeli beberapa kotak Musang King agar tetap bisa mencicipi buah favoritnya begitu tiba di Arab Saudi, tempat ia tinggal.
"Aku menangis di bandara setelah tiga kontainer Musang King yang aku ingin makan di Arab Saudi nanti tidak bisa masuk dalam penerbangan. Aku bahkan tidak punya waktu untuk makan durian di Malaysia," tulisnya. Ia menambahkan bahwa jumlah durian yang dibawanya tidak lebih dari 20 biji. Menurut pengakuannya, ini adalah pertama kalinya durian yang ia bawa gagal terbang. Sebelumnya, ia sering membawa durian di dalam kopernya dan selalu berhasil.
"Itu (jumlah durian) bahkan tak sampai 20 biji. Aku hanya ingin mencobanya sedikit. Tetapi jika Allah berkata ini bukan rezeki, maka ya sudah," pungkasnya.
Berdasarkan informasi dari laman Dury Dury, durian segar memang dilarang dibawa dalam penerbangan, baik di kabin maupun bagasi tercatat. Larangan ini berlaku untuk mencegah aroma durian yang kuat mengganggu penumpang lain. Namun, ada pengecualian untuk durian yang sudah diolah, seperti durian kering beku (freeze dried) atau durian yang dikemas vakum. Produk olahan ini dianggap tidak lagi mengeluarkan aroma yang menyengat.
Kisah ini mengingatkan bahwa aturan penerbangan soal barang bawaan bisa berbeda-beda, dan tidak semua makanan khas daerah bisa dibawa bebas ke luar negeri. Meskipun niatnya baik, penumpang tetap harus memeriksa regulasi sebelum bepergian. Bagi perempuan Malaysia itu, pengalaman pahit ini menjadi pelajaran bahwa tidak semua barang, sekalipun berharga secara emosional, bisa ikut terbang ke tempat tujuan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
