Earthset: Foto Bumi Terbenam di Luar Angkasa 2024 Momen Baru

Dian P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Earthset: Foto Bumi Terbenam di Luar Angkasa 2024 Momen Baru

Gambar atau konten salah?

Di luar angkasa, foto Earthrise yang diambil oleh kru Apollo 8 pada 01 Januari 1968 menjadi ikon yang tak terlupakan. Foto itu menampilkan Bumi yang muncul di atas permukaan Bulan, memunculkan keindahan planet biru kita dari perspektif yang jarang dilihat.

Frank Borman, komandan Apollo 8, ketika pertama kali melihat sisi jauh Bulan pada 01 Januari 1968, terkejut. “Permukaan bulan rusak parah dipenuhi kawah meteorit dan sisa vulkanik,” ungkapnya dalam wawancara BBC pada 01 Januari 2018. “Warnanya hanya abu‑abu, hitam, atau putih, sama sekali tak ada warna lain di permukaan, kondisinya berantakan tak terbayangkan.”

Setelah pesawat mengorbit Bulan keempat, pemandangan berubah drastis. Bill Anders melihat Bumi di latar belakang dan mengabadikannya. “Kami melihat ke atas dan tampak Bumi di latar, muncul di atas permukaan Bulan.” Ia menambahkan, “Bill Anders kemudian mengambil foto yang mungkin salah satu foto paling bersejarah yang pernah diabadikan manusia.”

“Bumi adalah satu‑satu objek di seluruh alam semesta yang punya warna, itu adalah pemandangan luar biasa, kita sangat sangat beruntung bisa tinggal di planet ini,” katanya. Foto Earthrise menjadi salah satu gambar yang paling banyak direproduksi dan memicu gerakan lingkungan, berujung pada penciptaan Hari Bumi pada 01 Januari 1970.

Lima puluh delapan tahun kemudian, astronaut NASA mengambil foto Bumi yang tenggelam di bawah lanskap bulan yang tandus, dikenal sebagai “Earthset.” Foto ini diambil melalui jendela pesawat antariksa Orion pada pukul 18:41 tanggal 06 April 2024. “Sisi Bumi yang kena Matahari menampilkan awan putih dan laut biru di atas Oseania, sementara area gelap mengalami malam hari. Gambar tersebut juga menunjukkan detail luar biasa dari permukaan Bulan,” catat NASA.

Perbedaan utama antara Earthrise dan Earthset terletak pada sudut pandang dan kondisi atmosfer. Earthrise menampilkan Bumi yang bersinar di atas kegelapan Bulan, sementara Earthset menunjukkan Bumi yang terbenam di balik horizon Bulan, menyoroti perbedaan warna awan dan pantai.

Berbeda dengan tahun 1968, kini satelit mengirim ribuan gambar Bumi setiap hari. Namun, fakta bahwa Earthset diambil oleh manusia menjadikannya sangat istimewa.

Craig Donlon dari Badan Antariksa Eropa (ESA) mengomentari, “Manusia memberi perspektif berbeda. Itu memunculkan semacam emosi yang mengatakan, ‘Wah, wow, oke, Bumi tua yang kecil di sana, tapi di situlah kita hidup, itulah segalanya.’”

Gambar-gambar ini membantu mengungkap bagaimana Bumi berubah. “Sejak Earthrise, karbon dioksida di atmosfer meningkat sekitar sepertiganya dan suhu global memanas dengan cepat, setidaknya 1°C,” kata Richard Allan, profesor ilmu iklim Universitas Reading, Inggris. “Planet ini bertransformasi seiring aktivitas manusia yang mengubah tekstur daratan, seperti perluasan kota, pembukaan hutan lebat yang diganti lahan pertanian yang lebih terang, dan berkontribusi pada mengeringnya Laut Aral yang menyusut hingga kurang dari 10% dari ukurannya di 1960‑an.”

Sebagian perubahan dapat dilihat pada gambar, meski Bumi terselubung awan. “Walau foto‑foto itu menunjukkan bagian Bumi yang berbeda, satu hal yang memang muncul di kedua gambar tersebut adalah Antartika dan Samudra Selatan,” ujar Benjamin Wallis, ahli glasiologi Universitas Leeds.

Semutengah Antartika adalah salah satu bagian Bumi yang memanas tercepat dan 28.000 km paparan es runtuh di antara waktu pengambilan gambar asli dan gambar terbaru, paparnya.

Kita melihat beberapa perubahan dramatis, kata Petra Heil, direktur sains di British Antarctic Survey. “Kita sekarang melihat penurunan drastis tutupan es laut musiman di kedua belahan Bumi dan di Amerika Utara, Eurasia, dan Asia, kita melihat datangnya tutupan salju musiman yang jauh lebih lambat dan juga mencair lebih awal.”

“Saya rasa kita cukup yakin berdasarkan pengamatan dan juga model numerik untuk menyimpulkan bahwa mungkin 90‑95% dari perubahan tersebut diakibatkan aktivitas manusia,” ujar Heil.

Namun meski semua ini terdengar suram, perlu diingat bahwa pada 01 Januari 1968 kita sudah menyebabkan kerusakan di Bumi. Dari kejauhan, Bumi terlihat begitu sempurna dan sangat indah. Namun saat Anda mendekat, Anda bisa melihat kerusakan akibat, sebut saja, kemajuan selama 150 tahun. Tetapi hal itu memang menginspirasi satu generasi untuk mengambil langkah nyata dan menjadi bagian sebuah pergerakan, kata Kathleen Rogers, presiden jaringan Hari Bumi.

Foto Earthrise dan Earthset tidak hanya menjadi bukti visual, tetapi juga catatan sejarah tentang perubahan planet kita. Mereka mengingatkan kita bahwa Bumi, meski tampak kecil di luar angkasa, terus berubah di bawah tangan manusia. Dengan memahami perubahan ini, kita dapat lebih sadar akan peran kita dalam menjaga bumi yang rapuh ini.

EarthriseEarthsetApollo 8BumiBulanNASAPerubahan iklimHari Bumi

Komentar

Memuat komentar...