Ekspor Non-Migas Indonesia ke Tiongkok, AS, India Naik 5,48%
Gambar atau konten salah?
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan perkembangan ekspor non-migas Indonesia pada periode Januari hingga April 2026. Data menunjukkan tiga negara menjadi tujuan utama ekspor, yakni China, Amerika Serikat (AS), dan India.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menegaskan, Tiga besar negara tujuan ekspor adalah Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan India
. Ia menambahkan bahwa ketiga negara tersebut menyumbang sekitar 44,52% dari total ekspor non-migas Indonesia.
Nilai ekspor Indonesia pada periode tersebut mencapai US$ 92,15 miliar, naik 5,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ekspor non-migas ke China tercatat sebesar US$ 22,76 miliar. Produk utama yang mendominasi pasar Tiongkok adalah besi dan baja (HS 27), dengan pangsa 25,94% dan peningkatan 0,7% secara cumulative-to-cumulative (c-t-c).
Ke AS, nilai ekspor non-migas mencapai US$ 10,17 miliar. Komoditas dominan di sini adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS85), yang menyumbang 16,21% dan naik 3,28% c-t-c.
Ke India, ekspor non-migas bernilai US$ 6,14 miliar. Bahan bakar mineral (HS27) menjadi komoditas utama, dengan pangsa 32,78%. Namun, ekspor bahan bakar mineral ke India mengalami penurunan 1,37% c-t-c.
Data ini menegaskan peran penting tiga negara tersebut dalam strategi ekspor Indonesia, sekaligus menunjukkan dinamika komoditas yang berbeda di setiap pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
10 PTS Terbaik Indonesia Versi Webometrics 2026, Binus Juara
OJK Buru Aset Henry Surya, Rp 113 M Disita
Prodi Kedokteran dan K3 Undip, 1 dari 60 Pendaftar Lolos
Bupati Ipuk Tegur Keras OPD Banyuwangi: Stop Lempar Tanggung Jawab
Prancis Catat Lonjakan Kematian 29% Akibat Gelombang Panas Ekstrem
Polisi Grebek Restoran Cipete, de'Clan Signature Jadi Sorotan
Maroko Tenang Tanpa Saibari Hadapi Prancis
