Evakuasi KRL Bekasi, Layanan Hingga Stasiun Bekasi Hanya Pagi
Gambar atau konten salah?
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menginformasikan bahwa proses evakuasi sarana KRL di lokasi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur masih berlangsung. Perjalanan lintas Cikarang dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi pada pagi hari.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa seiring perkembangan di lapangan, layanan direncanakan dapat kembali berjalan secara bertahap hingga lintas Bekasi‑Cikarang pada siang hari. Fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terkoordinasi.
Ia menambahkan, “Tim di lapangan terus melakukan evakuasi dengan kehati‑hatian. Kami memastikan perjalanan hanya akan dijalankan setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi.” Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis pada 29 April 2026.
Anne juga menyampaikan bahwa peristiwa di wilayah Bekasi menimbulkan duka mendalam. KAI mengungkapkan belasungkawa kepada semua pihak yang terdampak. KAI memahami dampak pada mobilitas pelanggan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. “Informasi akan terus diperbarui seiring perkembangan penanganan di lapangan. Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center 121 atau kanal resmi KAI lainnya,” tambahnya.
Kesimpulannya, evakuasi masih berlangsung dengan penuh kehati‑hatian, dan KAI berkomitmen untuk mengembalikan layanan secara bertahap setelah semua standar keselamatan terpenuhi. Pelanggan diharapkan tetap menunggu update resmi melalui saluran yang tersedia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
