Evaluasi Konektivitas Digital Indonesia: Dampak Riil

Ika P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Evaluasi Konektivitas Digital Indonesia: Dampak Riil

Gambar atau konten salah?

Program konektivitas digital di Indonesia sedang dinilai lewat pengukuran efektivitasnya. Langkah ini dianggap penting agar pembangunan infrastruktur digital benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian.

Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno, menegaskan bahwa setiap perencanaan dan pelaksanaan program harus dievaluasi secara terukur. Ia menekankan agar pemerintah dan pemangku kepentingan dapat mengetahui capaian riil di lapangan.

“Semua planning dan execution itu harus diukur. Cara mengukur itu salah satunya melalui penilaian seperti ini karena tidak semua laporan menggambarkan kondisi sebenarnya,” ujar Sarwoto di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Menurut Sarwoto, penilaian oleh pihak independen menjadi elemen penting untuk menyeimbangkan evaluasi program pemerintah. Dengan melibatkan mitra independen, hasil pengukuran tidak hanya bergantung pada laporan administratif formal.

“Dengan adanya penilaian yang dilakukan oleh mitra independen, itu menjadi balancing antara penilaian yang terstruktur secara kedinasan dengan penilaian yang lebih bebas untuk melihat kondisi secara menyeluruh,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa evaluasi semacam itu penting sebagai dasar menentukan langkah lanjutan pembangunan digital nasional. Hal ini mencakup pemetaan wilayah yang sudah maju maupun yang masih tertinggal dalam pemanfaatan teknologi digital.

“Dampak ini jauh lebih penting karena akan menunjukkan daerah mana yang maju, mana yang kurang, dan mana yang masih rata-rata. Dari situ kita bisa meningkatkan daya saing di tingkat regional bahkan global,” jelasnya.

Sarwoto menekankan bahwa dampak program digitalisasi terhadap masyarakat, literasi digital, kualitas SDM, hingga ekonomi daerah harus menjadi indikator utama keberhasilan konektivitas digital. Ia menilai bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia digital menjadi fondasi utama dalam pengembangan ekonomi digital nasional.

“Ekonomi digital memang mendorong ekonomi nasional, tetapi pada akhirnya perkembangan terbaru akan kembali ke orangnya, individu pelakunya,” ucapnya.

Ia mendorong agar evaluasi dan apresiasi terhadap dampak program konektivitas digital dilakukan secara berkala sebagai bagian dari proses peningkatan berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan Sarwoto dalam menanggapi penyelenggaraan Apresiasi Konektivitas Digital yang digelar oleh BAKTI Komdigi bersama pihak media.

Acara tersebut menampilkan diskusi tentang Apresiasi Konektivitas Digital di hari kedua. Ketua Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (Apjatel) Jeryy Mangasas, Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sarwoto Atmosutarno, Direktur Eksekutif Indonesia Heru Sutadi, dan Wakil Pemimpin Redaksi Ardhi Suryadhi hadir untuk membahas penjurian.

Berikut nominasi yang dinilai pada hari itu:

  • BUMDes Inovatif dalam Bisnis Digital
  • Individu Pegiat Literasi Digital di Desa
  • Individu Pejuang Internet Masuk Desa
  • Individu Konten Kreator Lokal Kreatif
  • Komunitas Pendukung Ekonomi Kreatif Digital
  • Komunitas Pendorong Internet untuk Rakyat (agt/agt)

Evaluasi yang dilakukan secara independen dan penjurian yang melibatkan kalangan industri menandai langkah konkret dalam menilai sejauh mana program konektivitas digital berhasil. Dengan data yang terukur, pemerintah dapat menyesuaikan kebijakan dan investasi, memastikan bahwa infrastruktur digital tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi setiap lapisan masyarakat.

konektivitas digitalevaluasi programindependenpembangunan infrastrukturliterasi digitalekonomi digitalpemetaan wilayah

Komentar

Memuat komentar...