Fajar‑Shohibul Siap Hadapi Angin Singapore Open 2026

Ika P. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Fajar‑Shohibul Siap Hadapi Angin Singapore Open 2026

Gambar atau konten salah?

Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri sudah menyesuaikan diri dengan shuttlecock yang digunakan di Singapore Open 2026. Mereka menekankan pentingnya persiapan karena lapangan di Singapura sering berangin.

“Ya, di Singapore khususnya, kami sudah mempersiapkan diri,” kata Fajar saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung. “Di sana kondisi lapangan cukup berangin, jadi kami sudah mempersiapkan dengan shuttlecock yang lumayan kencang juga di sini. Ya ini berbeda dengan turnamen-turnamen sebelumnya.”

Perbedaan kecepatan shuttlecock di Singapore membuat pasangan ini harus menyesuaikan strategi. Shuttlecock yang lebih kencang memaksa mereka mengubah timing dan rotasi pukulan.

Selain Singapore Open, pasangan ini dijadwalkan ikut dua turnamen lagi: Indonesia Open dan Australia Open. Kedua acara tersebut akan berlangsung dari 2 hingga 14 Juni 2026. Menurut mereka, jadwal padat ini dapat menguras fokus dan tenaga, sehingga pemilihan turnamen harus mempertimbangkan puncak performa.

Fajar, yang berusia 31 tahun, menjelaskan alasan di balik penjadwalan. “Ya makanya, khususnya buat saya ya, yang ‘masih muda’, enggak langsung main di turnamen Thailand Open dan Malaysia Masters, selain jetlag, juga kamu tidak mau di Indonesia (Open) sebagai negara ketiga apa keempat,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kami memang fokuskan untuk turnamen Singapore yang memang wajib ikut karena committed player kan, dan Indonesia Open. Dan kami mencoba mengganti turnamen Malaysia Masters jadi ke Australia.”

“Jadi ya peak performance-nya kami di situ ya, pilih-pilihturnamen biar kondisi juga lebih stabil, lebih enak,” tegasnya.

Strategi ini menempatkan pasangan Fajar–Shohibul pada turnamen yang menawarkan kondisi lebih menguntungkan, sekaligus menjaga stamina di antara kompetisi penting.

Fajar AlfianSingapore Open 2026shuttlecock kencanglapangan beranginIndonesia OpenAustralia Openstrategi penjadwalan

Komentar

Memuat komentar...