FAO Peringatkan Gangguan Selat Hormuz Menyebabkan Krisis Pangan
Gambar atau konten salah?
FAO memperingatkan bahwa gangguan berkelanjutan di Selat Hormuz dapat menimbulkan krisis pangan global. Ketidakstabilan di jalur penting ini mengganggu pengiriman energi dan pupuk, dua komponen vital bagi produksi pertanian dunia.
Menurut Maximo Torero, kepala ekonomi FAO, keterlambatan pasokan akibat gangguan di Selat Hormuz dapat menekan hasil panen dan menaikkan harga pangan hingga akhir tahun ini dan sampai 2027. “Kapal-kapal yang membawa pupuk dan energi perlu melanjutkan perjalanan sesegera mungkin. Waktu terus berjalan,” kata Torero, dikutip dari Anadolu Agency (AA) pada 14 April 2026.
Torero menegaskan bahwa dampak terbesar akan dirasakan negara-negara miskin, yang rentan terhadap lonjakan harga dan kelangkaan pasokan. Kalender tanam di banyak negara membuat sektor pertanian sangat sensitif terhadap gangguan pasokan pupuk dan energi.
FAO menilai kondisi ini dapat mendorong lonjakan inflasi pangan pada tahun depan, yang pada akhirnya memaksa pemerintah melakukan intervensi harga di dalam negeri. Langkah tersebut berpotensi berdampak lebih luas terhadap suku bunga dan pertumbuhan ekonomi global.
Indeks harga pangan untuk Maret relatif stabil karena pasokan sebagian besar komoditas, terutama sereal (masih) melimpah. Tekanan akan meningkat pada April dan diperkirakan semakin intensif pada Mei karena petani berpikir ulang untuk menanam akibat ketersediaan pupuk dan harga energi yang lebih tinggi, jelasnya.
“Kepala Divisi Ekonomi Agrifood FAO, David Laborde mengatakan dunia saat ini sudah berada dalam krisis input pertanian. Ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi bencana global.”
“Kita sudah berada dalam krisis pasokan input,” ujarnya.
FAO mencatat sekitar 20-45% ekspor pangan atau pertanian utama bergantung pada jalur laut melalui Selat Hormuz. Gangguan yang berkepanjangan pada jalur itu disebut bisa melampaui krisis pada 2022, terutama jika diperparah oleh fenomena El Nino yang kuat.
Secara keseluruhan, peringatan FAO menyoroti betapa rapuhnya rantai pasokan global. Gangguan di Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga, menekan hasil panen, dan memaksa intervensi pemerintah, yang pada gilirannya dapat memengaruhi suku bunga dan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
