Ferrari Rp 9,5 M Rusak Dipakai Perosotan Anak-Anak

Nita W. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Ferrari Rp 9,5 M Rusak Dipakai Perosotan Anak-Anak

Gambar atau konten salah?

Kejadian tak biasa terjadi di Kota Kunming, Provinsi Yunnan, China. Sebuah Ferrari 488 GTB bernilai miliaran rupiah menjadi sasaran ulah empat anak kecil yang tak dikenal. Mobil sport mewah itu digunakan sebagai arena bermain, bahkan dijadikan perosotan, hingga mengalami kerusakan di beberapa bagian.

Peristiwa ini terjadi saat pemilik Ferrari sedang bepergian untuk urusan dinas. Rekaman kamera pengawas memperlihatkan aksi keempat anak yang usianya masih di bawah 10 tahun. Mereka memanjat kap mesin, berdiri di atas kaca depan, berjalan di atap mobil, lalu meluncur di kaca belakang seperti sedang bermain perosotan. Tak berhenti di situ, mereka juga menusuk-nusuk bodi mobil dengan batang bambu.

Akibatnya, mobil yang diperkirakan seharga Rp 9,5 miliar itu mengalami goresan yang cukup dalam. Kerusakan terjadi di kap mesin, atap, fender, lampu belakang, hingga kaca. Bemper depan juga dilaporkan retak.

Saat kembali ke rumah, pemilik mobil terkejut melihat kondisi Ferrarinya. Meski begitu, ia mengaku sempat berusaha menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Ia bahkan memilih tidak memperbaiki mobil di bengkel resmi Ferrari. Alasannya, biaya perbaikan di sana diperkirakan bisa mencapai 100 ribu yuan atau sekitar Rp 260 jutaan.

Sebagai gantinya, Ferrari itu diperbaiki di bengkel umum dengan menggunakan komponen aftermarket. Total biaya perbaikannya hanya 29.360 yuan atau sekitar Rp 70 jutaan.

Sayangnya, upaya damai tidak membuahkan hasil. Saat mediasi di kantor polisi, orang tua keempat anak itu hanya bersedia membayar ganti rugi sebesar 5.000 yuan atau sekitar Rp 13 jutaan. Mereka juga disebut tidak meminta anak-anaknya untuk menyampaikan permintaan maaf.

Merasa dirugikan, pemilik Ferrari akhirnya membawa kasus ini ke pengadilan. Ia menggugat orang tua keempat bocah tersebut untuk meminta ganti rugi sesuai biaya perbaikan mobil.

Menurut hukum di China, anak berusia di bawah 14 tahun tidak bisa dikenai sanksi penahanan administratif. Karena itu, tuntutan ganti rugi atas kerusakan kendaraan hanya bisa diajukan kepada orang tua atau wali melalui jalur perdata.

Kasus ini menunjukkan bahwa meskipun pemilik mobil berusaha menyelesaikan masalah secara damai, perbedaan besaran ganti rugi yang ditawarkan orang tua anak-anak dengan biaya perbaikan yang sebenarnya membuat jalan tengah sulit ditemukan. Akhirnya, jalur hukum menjadi pilihan terakhir untuk mendapatkan keadilan.

FerrariKunmingAnak-anakKerusakanGanti RugiPengadilanHukum

Komentar

Memuat komentar...