Ahli Gizi: Batas Aman Makan Durian Cukup 2-3 Biji

Bambang W. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Ahli Gizi: Batas Aman Makan Durian Cukup 2-3 Biji

Gambar atau konten salah?

Musim durian telah tiba. Bagi penggemar buah ini, ini adalah kabar gembira. Namun, bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, ada baiknya mengetahui berapa banyak durian yang aman dikonsumsi. Soalnya, durian tinggi kalori, gula, dan karbohidrat.

Lalu, berapa batas aman makan durian dalam sehari? Beberapa ahli gizi dan dokter membagikan panduan. Mereka juga membahas manfaat gizi durian dan mitos yang beredar di masyarakat.

Fakta Tentang Buah Durian

1. Durian Tetap Sehat, Asal Tidak Berlebihan

Durian sering dianggap kurang sehat. Alasannya, rasanya manis dan teksturnya kaya. Padahal, buah ini mengandung berbagai zat gizi penting.

Ahli gizi dari Changi General Hospital menjelaskan, durian mengandung lemak tak jenuh tunggal. Lemak ini dikenal sebagai lemak baik. Kandungan itu bisa membantu menurunkan kolesterol jahat. Juga mendukung pengendalian tekanan darah.

Selain itu, durian kaya kalium, serat, zat besi, vitamin C, dan vitamin B kompleks. Durian juga mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid dan karotenoid. Senyawa ini berpotensi membantu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Tentu saja, jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

2. Batas Aman Makan Durian dalam Sehari

Meski bernutrisi, durian sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Ahli gizi dari Changi General Hospital, Mount Alvernia Hospital, dan Raffles Medical Group menyarankan konsumsi sekitar dua hingga tiga pongge (biji) durian dalam sekali makan.

Bagi penderita diabetes, jumlah yang dianjurkan lebih sedikit. Yaitu satu hingga dua pongge per porsi. Ini karena durian mengandung kalori, gula, dan karbohidrat yang cukup tinggi.

Sebagai gambaran, satu buah durian kecil bisa mengandung sekitar 885 kalori dan 163 gram karbohidrat. Jumlah itu hampir memenuhi setengah kebutuhan kalori harian orang dewasa. Konsumsi berlebihan berisiko meningkatkan berat badan dan kadar gula darah.

3. Benarkah Durian Membuat Tubuh 'Panas'?

Durian sejak lama dikenal sebagai makanan yang bersifat 'panas' dalam pengobatan tradisional Tiongkok (TCM). Istilah itu mengacu pada makanan yang dipercaya dapat meningkatkan panas dalam tubuh. Akibatnya, bisa memicu keluhan seperti sariawan, sakit tenggorokan, atau sembelit.

Menurut praktisi TCM dari Raffles Chinese Medicine, efek itu bisa diimbangi dengan minuman yang bersifat 'dingin'. Contohnya air kelapa, teh hijau, teh krisan, teh mint, atau air garam. Durian juga sering dimakan bersama manggis. Manggis dianggap memiliki sifat menyejukkan. Namun, belum ada bukti ilmiah yang memastikan manggis bisa menetralisir efek durian.

4. Hindari Konsumsi Berlebihan, Terutama Bersama Alkohol

Salah satu mitos populer adalah anggapan bahwa durian tidak boleh dikonsumsi bersama minuman beralkohol. Katanya, bisa memicu serangan jantung atau kematian. Dokter dari National University Hospital menjelaskan, kombinasi itu memang tidak disarankan. Tapi bukan karena alasan tersebut.

Saat durian dan alkohol dikonsumsi bersamaan dalam jumlah banyak, hati harus bekerja lebih keras. Hati harus memetabolisme lemak, gula, dan alkohol sekaligus. Kondisi itu bisa menyebabkan perut kembung, gangguan pencernaan, dan rasa tidak nyaman.

Para ahli sepakat, cara terbaik menikmati durian adalah mengonsumsinya dalam jumlah wajar. Dengan begitu, manfaat gizinya tetap bisa diperoleh tanpa meningkatkan risiko kesehatan.

Durian bukanlah buah yang harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya ada pada porsi. Dua hingga tiga biji durian per porsi adalah batas yang dianjurkan. Bagi penderita diabetes, porsinya lebih kecil lagi. Efek 'panas' dari durian masih diperdebatkan secara ilmiah, namun tradisi TCM menawarkan solusi dengan minuman dingin. Yang jelas, menggabungkan durian dengan alkohol dalam jumlah besar membebani hati. Jadi, nikmati durian secukupnya.

durianbatas amankalori gulamanfaat gizimitos duriankonsumsi berlebihanalkohol

Komentar

Memuat komentar...