Ferry: 3.135 Kopdeskel Merah Putih Selesai, 105K Kendaraan
Gambar atau konten salah?
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 3.135 Kopdeskel Merah Putih yang pembangunan fisik serta gerainya telah selesai. Menurut Ferry, ribuan koperasi tersebut sudah menerima fasilitas kendaraan, yakni satu unit mobil pickup dan satu unit truk per koperasi.
“Yang selesai dibangun 100%, 3.135 sudah selesai dibangun. Itu sudah (mendapat kendaraan), bisa langsung dicek,” ujar Ferry saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, pada 30 Maret 2026.
Fasilitas kendaraan ini merupakan pengadaan impor yang dilakukan oleh PT Agrinas Pangan, sejumlah 105.000 unit. Ferry menyebutkan bahwa ribuan unit kendaraan impor sudah tiba di Indonesia dan disalurkan ke Kopdeskel Merah Putih secara bertahap. “Sudah ribuan (unit kendaraan yang tiba di Indonesia) kemarin sudah ada yang sudah disalurkan di Koperasi-Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan ya rasanya sudah cukup memadai dan bisa digunakan,” terang Ferry.
Ferry menegaskan bahwa pembangunan fisik Kopdeskel Merah Putih masih berlangsung. Saat ini masih ada sekitar 34.000 unit yang berada di tahap pembangunan. Ia menargetkan dalam kurun waktu dua tahun ke depan, pembangunan fisik di 34.000 Kopdeskel Merah Putih bisa rampung. “34.000 (Kopdeskel Merah Putih) yang sedang dibangun yang 1-2 bulan ke depan ini selesai itu persiapan operasionalnya juga,” imbuh Ferry.
PT Agrinas Pangan Nusantara sebelumnya mengimpor 105.000 mobil pickup dari India. Ratusan ribu pickup tersebut akan digunakan untuk Koperasi Desa Merah Putih. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan alasan mengimpor mobil pickup India. “Alasan pertama, karena produksi lokal selama ini kan 70 ribuan, sehingga kalau kita ambil semua di lokal nanti itu kan mengganggu industri logistik yang lain-lainnya. Sehingga untuk menjaga harmonisasi kita buka ruang untuk memberikan pilihan kepada masyarakat agar punya alternatif-alternatif, sehingga kita bisa mendapatkan kendaraan dengan harga yang fair,” ujar Joao menjawab pertanyaan pada 20 Februari 2025.
Dengan jumlah kendaraan impor yang besar dan target penyelesaian pembangunan fisik, program ini bertujuan memperkuat kapasitas koperasi di wilayah Merah Putih. Ketersediaan kendaraan dan fasilitas fisik diharapkan dapat meningkatkan operasional dan produktivitas koperasi, sekaligus memberi alternatif bagi masyarakat untuk mengakses transportasi yang lebih terjangkau.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
