Filipina: Warisan Kolonial AS Tampil di Budaya Sehari

Fajar H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Filipina: Warisan Kolonial AS Tampil di Budaya Sehari

Gambar atau konten salah?

Filipina, negara yang berbatas langsung dengan provinsi Sulawesi Utara, memiliki ciri khas yang cukup menarik. Penduduknya sangat menyukai budaya Amerika, sebuah kebiasaan yang dapat dilacak kembali ke masa kolonial.

Sejak 1565 hingga 1898, Filipina berada di bawah naungan Spanyol. Setelah itu, pada periode 1898 hingga 1946, wilayah tersebut menjadi koloni Amerika Serikat. Pengaruh kolonial ini menjelaskan mengapa bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa resmi di negara tersebut, sementara bahasa Spanyol jarang diajarkan kepada penduduk asli.

Pengaruh Amerika terasa di berbagai aspek kehidupan sehari‑hari. Bahasa, musik, film, dan olahraga yang berasal dari AS sangat populer. Setiap desa biasanya memiliki lapangan basket, dan pertandingan Manny Pacquiao menjadi acara yang hampir dianggap hari libur nasional. Saat pertarungan disiarkan, mobil berhenti di jalan dan bahkan gerai di mal diam. Kepolisian Nasional melaporkan penurunan kejahatan di Manila setiap kali Manny Pacquiao menempuh ring.

Di era digital, Filipina menjadi salah satu negara dengan pengguna Instagram dan Facebook terbanyak. Majalah Time pernah menilai negara ini sebagai pemegang rekor selfie terbanyak di dunia.

Peraturan lalu lintas di Filipina sangat mirip dengan Amerika. Kendaraan bergerak di sisi kanan jalan. Belok kanan saat lampu merah diperbolehkan, kecuali ada rambu yang menunjukkan sebaliknya. Untuk sepeda motor, hanya ada plat nomor di bagian belakang; plat depan tidak diwajibkan, sehingga tampilan depan tetap bersih. Plat nomor sepeda motor hanya terdiri dari huruf dan angka, tanpa tanggal masa berlaku, dan tidak dikenai pajak tahunan.

Stop kontak listrik di Filipina biasanya berupa stop kontak pipih 2 pin, sama seperti di Amerika, atau stop kontak bulat 2 pin, mirip dengan kebanyakan negara Eropa. Penggunaan stop kontak ini memudahkan para wisatawan dan pendatang yang membawa peralatan elektronik dari luar negeri.

Secara keseluruhan, sejarah kolonial Filipina telah menanamkan banyak elemen budaya dan sistem yang berasal dari Amerika. Hal ini terlihat jelas dalam bahasa, kebiasaan olahraga, media sosial, serta sistem lalu lintas dan listrik yang diadaptasi. Pengaruh ini tetap kuat hingga kini, membentuk identitas unik Filipina di kancah global.

FilipinaKolonial AmerikaManny PacquiaoInstagramStop kontakLalu lintasBahasa Inggris

Komentar

Memuat komentar...