Forum Kedaulatan Teknologi Indonesia 2026: Cloud, AI, Cyber

Ayu W. · 4 min baca · 1 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Forum Kedaulatan Teknologi Indonesia 2026: Cloud, AI, Cyber

Gambar atau konten salah?

Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 digelar pada 20 Mei 2026 di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Acara ini diberi judul “The Rise of Indonesia Tech Sovereignty” dan menjadi ajang pertemuan lintas sektor untuk memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia.

Forum ini dibangun di atas tiga pilar utama: Cloud Sovereignty, AI Sovereignty, dan Cybersecurity Sovereignty. Tujuannya adalah mendorong pengembangan ekosistem digital nasional yang lebih mandiri, aman, dan kompetitif.

Di antara para hadirin, hadir Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Edwin Hidayat Abdullah; Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia, Ricardo Irwan Rei; Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas; Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom, Seno Soemadji; serta Managing Director Gen AI Lead, Sovereign AI Lead for Accenture APAC, Kunal Shah.

“Keterlibatan para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat arah kedaulatan teknologi Indonesia, sekaligus mendorong pengembangan ekosistem digital nasional yang lebih adaptif dan berkelanjutan di tengah percepatan transformasi digital global,” kata Seno dalam keterangan tertulis, 22 Mei 2026.

Seiring meningkatnya adopsi teknologi digital, isu kedaulatan menjadi perhatian di banyak negara. Ketergantungan pada infrastruktur, platform, dan teknologi global tidak lagi hanya soal teknologi, melainkan juga ketahanan ekonomi, keamanan data, dan kepentingan strategis nasional.

Oleh karena itu, penguatan ekosistem digital kedaulatan penting untuk memastikan data, infrastruktur, kapabilitas AI, dan keamanan digital nasional tetap berada dalam kepentingan, hukum, dan kendali negara.

Melalui forum ini, Telkom mendorong kolaborasi nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga dapat mengembangkan, mengelola, dan memonetisasi aset serta kapabilitas digital nasional. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital global.

“Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026, Telkom berharap dapat mendorong lahirnya kolaborasi dan gerakan bersama menuju kedaulatan teknologi Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi digital nasional yang mampu menciptakan nilai ekonomi, peluang inovasi, dan daya saing yang berkelanjutan di tingkat regional maupun global,” tuturnya.

Seno Soemadji menambahkan bahwa momentum transformasi digital Indonesia harus menjadi titik balik untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem teknologi global. “Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan ekosistem teknologi regional. Karena itu, penguatan cloud, AI, dan cyber security Indonesia menjadi fondasi penting agar data, intelligence, dan nilai ekonomi digital nasional dapat tumbuh serta memberikan manfaat lebih besar bagi Indonesia sendiri,” ujar Seno.

Forum ini mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari infrastruktur cloud kedaulatan, pengembangan AI berbasis konteks Indonesia, penguatan ketahanan siber nasional, hingga pembangunan kapasitas talenta digital nasional. Semua upaya ini bertujuan memperkuat kemandirian dan daya saing teknologi Indonesia secara berkelanjutan.

Selain menjadi wadah dialog strategis lintas sektor, forum ini juga menandai peluncuran Charter of Digital Sovereignty. Langkah ini menegaskan keseriusan bersama dalam memperkuat pengembangan ekosistem teknologi nasional.

Di kesempatan tersebut, Telkom memperkenalkan inisiatif AdyaCakra sebagai bagian dari pengembangan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Inisiatif ini bertujuan mendorong peran Indonesia sebagai pengembang dan penggerak ekosistem digital regional.

“AdyaCakra diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi Telkom dalam memperkuat fondasi digital sovereignty Indonesia, sekaligus mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan ekosistem ekonomi digital yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing global,” kata Seno.

Sebagai bagian dari arah strategi transformasi TLKM 30, Telkom terus memperkuat perannya sebagai orkestrator ekosistem digital nasional. Fokusnya adalah pengembangan infrastruktur digital, platform, dan kapabilitas teknologi guna mendukung kebutuhan pasar akan layanan digital yang semakin meningkat secara optimal.

Visi kedaulatan teknologi ini sejalan dengan langkah nyata Telkom dalam mengadopsi dan mengembangkan kapabilitas AI melalui lima pilar AI Center of Excellence (AI CoE). Untuk membangun ekosistem AI nasional, Telkom berkolaborasi dengan kampus untuk riset dan pengembangan talenta (AI Campus), ruang kreasi bagi developer (AI Playground), wadah kumpul komunitas (AI Connect), penyediaan solusi yang sudah teruji untuk masyarakat dan industri (AI Hub), hingga penerapan AI di internal perusahaan (AI Native).

Melalui inisiatif yang berkesinambungan, Telkom tidak hanya memperkuat perlindungan data dan kedaulatan digital nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri.

Sementara itu, Edwin Hidayat Abdullah menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya bicara terkait percepatan adopsi teknologi saja. “Transformasi digital nasional tidak hanya berbicara mengenai percepatan adopsi teknologi, tetapi juga bagaimana Indonesia memiliki kapasitas, ketahanan, dan kendali terhadap infrastruktur serta ekosistem digitalnya sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi juga mampu membangun kapabilitas digital nasional yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Edwin.

Dari sisi keamanan siber dan perlindungan data nasional, Slamet Aji Pamungkas menekankan pentingnya penguatan kendali nasional terhadap data dan sistem digital strategis. “Data strategis nasional perlu dikelola dan berada dalam yurisdiksi Indonesia agar operasional, ownership, dan aspek pengamanannya dapat dikendalikan secara optimal. Termasuk di dalamnya penguasaan terhadap sistem enkripsi sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan data nasional, dengan tetap terbuka terhadap perkembangan teknologi global,” tutupnya.

Forum ini menegaskan bahwa kedaulatan teknologi adalah fondasi bagi Indonesia untuk tidak sekadar menjadi konsumen teknologi global, melainkan juga pencipta dan pengelola nilai digital. Dengan kolaborasi lintas sektor, inisiatif seperti AdyaCakra, dan komitmen terhadap AI, cloud, serta keamanan siber, Indonesia berupaya menempatkan diri di posisi yang lebih strategis dalam ekosistem digital global.

Kedaulatan Teknologi IndonesiaForum Tech SovereigntyCloud SovereigntyAI SovereigntyCybersecurity SovereigntyAdyaCakraEkosistem Digital Nasional

Komentar

Memuat komentar...