Friendster Kembali di App Store: Tanpa Algoritma, Hubungan Nyata
Gambar atau konten salah?
Friendster, media sosial yang dulu menjadi primadona, kini kembali hadir di App Store. Namun, peluncuran ini masih terbatas pada perangkat Apple saja. Aplikasi ini dikembangkan oleh Friendster Labs Inc. dan tampil dengan tampilan yang lebih bersih dibandingkan versi lama.
Ukuran downloadnya hanya 6,5 MB, dan aplikasi ini diberi rating usia 13 tahun ke atas. Pengguna dapat mengunduhnya tanpa harus membayar, dan tidak perlu menunggu proses instalasi yang lama.
Dengan antarmuka yang sederhana, Friendster menjanjikan pengalaman berselancar tanpa gangguan iklan. Feed di aplikasi tidak dipengaruhi oleh algoritma, sehingga semua yang ditampilkan hanyalah unggahan dari teman-teman terdekat. Tidak ada rekomendasi akun asing atau konten viral yang muncul secara otomatis.
Fitur yang paling mencolok adalah hilangnya angka jumlah pengikut pada profil. Di sini, tidak ada “followers” yang terpampang, sehingga pengguna tidak terjebak dalam persaingan popularitas.
Konsep pertemanan juga berbeda. Mike Carson, pemilik Friendster, mengusung ide “mengetuk ponsel pintar Anda” sebagai satu-satunya cara menjalin hubungan. Untuk berteman, dua orang harus bertemu secara fisik dan menekan ponsel mereka bersamaan. Ide ini menekankan interaksi langsung daripada hubungan virtual.
Selain itu, aplikasi menambahkan sistem degradasi relasi. Menurut Carson, persahabatan dapat melemah jika dua pengguna tidak saling menyentuh ponsel mereka dalam jarak dekat setidaknya sekali dalam setahun. Jika tidak, koneksi mereka akan memudar secara otomatis. “Ini bukan hukuman. Ini adalah sinyal halus bahwa persahabatan sejati harus dipupuk secara langsung, bukan secara online,” kata Carson, Selasa (28 April 2026).
Friendster kembali menegaskan bahwa nilai inti hubungan manusia tetap berada di dunia nyata. Dengan pendekatan ini, aplikasi mencoba menyeimbangkan antara teknologi dan interaksi tatap muka, menandai langkah berbeda di tengah dominasi platform digital yang lebih bersifat algoritmik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
