FTSE Russell Hapus Saham Indonesia dengan Konsentrasi Tinggi

Teguh A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 110 dibaca
Bisik.id
FTSE Russell Hapus Saham Indonesia dengan Konsentrasi Tinggi

Gambar atau konten salah?

FTSE Russell akan mengeluarkan sejumlah saham Indonesia yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC), yaitu saham yang dimiliki oleh segelintir pemegang saham. Langkah ini mengikuti tindakan MSCI yang sebelumnya menghapus beberapa saham HSC dari indeksnya.

Menurut Jeffrey Hendrik, Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), investor sudah menyiapkan diri menghadapi perubahan ini. BEI mengaku telah mengumumkan rencana tersebut sejak lama kepada publik dan kepada penyedia indeks global.

Saham-saham yang masuk dalam high shareholding concentration, memang sudah kita antisipasi akan dikeluarkan oleh global index provider. Saya kira itu juga sudah disampaikan jauh-jauh hari warning-nya,” ujar Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (18 Mei 2026).

Jeffrey menjelaskan bahwa banyak indeks global memiliki metodologi sendiri untuk menambah atau mengurangi konstituen saham Indonesia. BEI juga telah mengeluarkan beberapa saham HSC dari papan perdagangan utamanya. “Saya kira itu sesuatu yang sudah diantisipasi, dan sekali lagi itu adalah konsekuensi jangka pendek yang memang harus diterima, tetapi ini adalah upaya kita untuk memperbaiki pasar kita untuk jangka panjang,” tambahnya.

Ia menambahkan, pengumuman pengeluaran saham HSC dari indeks global telah mengurangi ketidakpastian di pasar modal Indonesia. Self Regulatory Organization (SRO) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memastikan reformasi pasar modal tetap dijalankan untuk memperkuat transparansi. “Artinya, mengurangi satu sumber ketidakpastian di pasar yang berminggu-minggu ini ditunggu oleh para pelaku pasar, bagaimana respons MSCI dan FTSE terhadap upaya reformasi yang dilakukan bersama oleh OJK dan SRO, dan itu sudah terjawab semuanya,” pungkasnya.

Pengumuman FTSE Russell berjudul “Indonesia-Index Treatment for the June 2026 Index Review” menginformasikan bahwa penyesuaian saham HSC akan dilakukan pada tinjauan indeks Juni 2026. Langkah ini bertujuan menjaga integritas dan replikabilitas indeks bagi investor pasif. Pada tinjauan tersebut, FTSE Russell akan menghapus saham terdampak dengan valuasi nol yang berlaku efektif mulai pembukaan perdagangan pada Senin, 22 Juni 2026.

Sesuai pedoman Free Float Restrictions milik FTSE Russell, apabila suatu perusahaan menjadi subjek peringatan konsentrasi kepemilikan saham tinggi dari otoritas regulator, yang menunjukkan saham beredar hanya dimiliki segelintir pemegang saham, maka saham tersebut akan dihapus pada tinjauan indeks berikutnya,” tulis pengumuman FTSE Russell, Rabu (13 Mei 2026).

Sebelumnya, MSCI telah mengeluarkan saham Indonesia dalam indeksnya. Penyesuaian saham RI sebagai konstituen MSCI sebelumnya ditekankan terhadap kategori HSC. Setidaknya terdapat dua saham HSC yang dikeluarkan MSCI, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Kedua saham tersebut juga masuk sebagai konstituen indeks FTSE Russell.

Dengan langkah ini, pasar modal Indonesia diharapkan menjadi lebih transparan dan stabil. Investor dapat melihat bahwa penyedia indeks global kini lebih selektif dalam memilih konstituen, sehingga risiko konsentrasi kepemilikan tinggi dapat diminimalkan. Perubahan ini juga menandai komitmen lembaga-lembaga regulator untuk terus memperbaiki kualitas pasar, sekaligus memberi sinyal positif bagi investor pasif yang mengandalkan indeks sebagai acuan investasi.

FTSE RussellHigh Shareholding ConcentrationMSCIBEIOJKindeks globalpasar modal Indonesia

Komentar

Memuat komentar...