Ganda Campuran Indonesia Terpuruk, Harus Bangkit di Open 2026

Sari D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Ganda Campuran Indonesia Terpuruk, Harus Bangkit di Open 2026

Gambar atau konten salah?

Prestasi ganda campuran Indonesia sedang menjadi sorotan publik. Selama beberapa bulan terakhir, para wakil Merah Putih kesulitan bersaing di level atas dan minim prestasi di turnamen internasional.

Sejak 01 Februari 2026, belum ada satu pun gelar yang berhasil diraih pasangan ganda campuran Indonesia. Hasil terbaik yang didapat pun semakin jarang terlihat, sementara kegagalan di babak-babak awal justru lebih sering terjadi.

Para pemain di Pelatnas PBSI memiliki lima pasangan utama di sektor ganda campuran: Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri, dan Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana. Namun, performa kelima pasangan tersebut belum menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang musim ini.

Satu-satunya gelar yang diraih ganda campuran Indonesia pada 2026 datang dari Adnan/Indah saat menjuarai Thailand Masters pada 01 Januari 2026. Setelah itu, hasil positif sulit didapat. Jafar/Felisha, pasangan yang sempat menjadi andalan, hanya menembus semifinal Indonesia Masters Super 500 pada 01 Januari 2026 dan sekali mencapai perempatfinal di Swiss Open pada 01 Maret 2026. Selebihnya, langkah mereka lebih sering terhenti di babak 32 besar maupun 16 besar.

Penurunan prestasi semakin terlihat saat tampil di Thailand Open dan Malaysia Masters pada awal 01 Mei 2026. Meski menurunkan kekuatan penuh, tidak ada satu pun pasangan Indonesia yang mampu menembus perempatfinal. Hasil tersebut semakin menegaskan bahwa sektor yang dulu identik dengan prestasi besar Indonesia sedang menghadapi periode sulit.

Bernadine mengakui kondisi ganda campuran Indonesia saat ini memang belum ideal. “Pasti kita saling support lah, satu tim. Kita juga kan enggak ingin hasilnya begini. Cuma ya namanya ada di atas, ada di bawah. Ya kita berusaha saja perbaiki suasana latihan, saling support. Tak usah terlalu dipikir lah,” kata Bernadine saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Menurut Bernadine, yang terpenting saat ini adalah menjaga suasana positif di dalam tim dan terus bekerja keras memperbaiki kekurangan. “Belum ada ya (sosok yang prestasinya konsisten bagus) tapi dalam nama Tuhan Yesus lah ada pasti ke depannya. Doakan saja, dukung saja, kita pasti melakukan yang terbaik kok,” ujarnya.

Kesempatan terdekat bagi sektor ganda campuran untuk menjawab kritik datang di Indonesia Open 2026 yang berlangsung pekan depan. Dengan tampil di hadapan publik sendiri, para wakil Indonesia diharapkan mampu memperbaiki tren negatif dan kembali menunjukkan daya saing di level elite dunia.

Secara keseluruhan, sektor ganda campuran Indonesia mengalami fase penurunan yang nyata. Namun, dukungan tim dan tekad untuk memperbaiki latihan menjadi kunci bagi pemulihan prestasi di masa depan.

ganda campuran IndonesiaPBSIprestasiturnamen internasionalThailand MastersIndonesia Open 2026latihan

Komentar

Memuat komentar...