Garuda Indonesia Modernisasi Sistem Inti lewat RISE with SAP
Gambar atau konten salah?
Garuda Indonesia mengumumkan langkah strategis untuk memodernisasi sistem inti perusahaan. Perubahan ini diwujudkan lewat penerapan solusi RISE with SAP yang bertujuan mengintegrasikan sistem operasional yang sebelumnya terfragmentasi.
“Kolaborasi dengan SAP ini merupakan bagian penting dari upaya kami untuk memperkuat proses bisnis melalui transformasi digital. Dengan memodernisasi inti perusahaan kami, kami membangun organisasi yang lebih terhubung, tangkas, dan disiplin, serta lebih siap dalam mengelola biaya dan merespons lingkungan operasional yang dinamis,” ungkap Thomas Oentoro, Wakil CEO Garuda Indonesia.
Melalui adopsi RISE with SAP, Garuda Indonesia akan memigrasikan proses inti ke dalam SAP Cloud ERP Private. Langkah ini mencakup penyederhanaan fungsi-fungsi krusial di area back‑office, di antaranya:
- Sistem keuangan (finance)
- Pengadaan barang dan jasa (procurement)
- Manajemen rantai pasok (supply chain)
- Operasional yang bersinggungan langsung dengan pelanggan
Fitur baru ini juga dirancang untuk mengoptimalkan alur kerja record‑to‑report, sekaligus memberikan visibilitas yang lebih transparan terhadap kinerja operasional perusahaan berkat analitik dan otomatisasi bawaan.
Untuk kenyamanan karyawan, transformasi ini turut hadirkan antarmuka digital berbasis SAP Fiori. Sistem ini memungkinkan akses berbasis peran pengguna (role‑based) dengan alur kerja yang lebih intuitif. Karena diimplementasikan dalam lingkungan private managed cloud, infrastruktur teknologi Garuda kini dijanjikan lebih aman, andal, mudah ditingkatkan skalanya, serta bebas dari kompleksitas TI yang berbelit.
Sianto Wongjoyo, Managing Director SAP Indonesia, menekankan bahwa fondasi digital yang modern adalah kebutuhan mutlak di tengah tingginya kompleksitas operasional industri penerbangan saat ini. “Dengan mengadopsi SAP Cloud ERP Private melalui perjalanan RISE with SAP, Garuda Indonesia membangun fondasi yang kuat untuk menyederhanakan operasional dan meningkatkan transparansi,” jelas Sianto.
Lebih jauh, Sianto menyebut bahwa langkah modernisasi ini akan menempatkan Garuda Indonesia pada posisi yang lebih siap untuk berevolusi menjadi autonomous enterprise (perusahaan otonom) di masa depan. Dalam fase tersebut, otomatisasi yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI) akan mengambil peran penting untuk mendukung operasional yang jauh lebih efisien, adaptif, dan responsif terhadap perubahan tren pasar.
Seiring dengan upaya Garuda Indonesia yang terus memperkuat kesiapan armada dan menambah kapasitas penerbangannya, sistem baru dari SAP ini juga diproyeksikan akan sangat membantu perusahaan dalam meningkatkan efisiensi manajemen aset dan pemeliharaan pesawat.
Dengan langkah ini, Garuda Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap relevan di pasar global, menggabungkan keunggulan operasional dengan teknologi modern yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gabe Newell Siapkan Rp14,6 Triliun untuk Kapal Riset Laut Dalam
CR7 Kalahkan Messi, Video Paling Banyak Ditonton di X
ATSI Minta Tarif Verifikasi Biometrik SIM di Bawah Rp 1.000
900 Ular Kabur Akibat Banjir di China
SpaceX Hancurkan 260 Satelit Starlink dalam Enam Bulan
AS Izinkan Ukraina Produksi Rudal Patriot
Berita Terbaru
Jakarta Fair Segera Tutup, Cek Jam dan Harga Tiket
Maroko Hadapi Prancis, Dendam Semifinal 2022
Neymar Akhiri Piala Dunia 2026, Brasil Tersingkir
Setelah 17 Tahun, Steve di Minecraft Akhirnya Bisa Duduk
Hari Keempat, Pencarian Korban Buaya di Banyuasin Belah Sungai
Ahli Bahasa: 'Boti' Bukan Sekadar Gaul
Bus Tabrak Truk di Tol Semarang, 1 Tewas
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026 Rilis
Rahasia Fisik Ekstrem Haaland: Latihan, Diet, Cryotherapy
