Gateway Wamena: Internet Lebih Stabil di Papua Pegunungan
Gambar atau konten salah?
Community Gateway Wamena adalah infrastruktur satelit yang dimiliki oleh PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) dan telah dipasang di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Lokasi ini berada di wilayah Papua Pegunungan, daerah yang terkenal dengan topografi yang menantang dan sulit diakses. Gateway ini dirancang untuk menjadi tulang punggung utama dalam menghubungkan daerah-daerah terpencil ke jaringan internet global.
Menurut Immanuel Herman Medlama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jayawijaya, infrastruktur ini tidak sekadar menambah fasilitas telekomunikasi. Ia menegaskan bahwa “infrastruktur tersebut bukan sekadar pembangunan telekomunikasi, tetapi juga fondasi penting dalam mendukung transformasi digital di Papua Pegunungan.”
Dengan adanya Community Gateway Wamena, kualitas layanan internet di daerah tersebut diharapkan menjadi lebih optimal, stabil, dan mampu menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit terlayani. Hal ini diharapkan dapat memperluas pemerataan akses digital di kawasan dengan tantangan geografis tinggi, sekaligus memperkuat backbone konektivitas.
Immanuel menambahkan, “Kami menyambut baik hadirnya Community Gateway Wamena sebagai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas digital di Kabupaten Jayawijaya dan wilayah Papua Pegunungan,” ujarnya pada 21 Mei 2026. Ia juga menekankan bahwa konektivitas yang lebih baik akan berdampak langsung pada berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pemerintahan digital, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyatakan, “Dengan dukungan Telkomsat dan seluruh pihak terkait, kami optimistis akses internet akan lebih baik, stabil, dan merata, sekaligus membuka peluang besar bagi masyarakat di wilayah pegunungan.”
Reaksi positif juga datang dari dunia industri telekomunikasi. Donny Irfan Manullang, Direktur Utama Papatel, melihat infrastruktur ini sebagai kunci penguatan backbone internet di Papua Pegunungan. Ia berpendapat, “Community Gateway Wamena menjadi infrastruktur penting dalam memperkuat konektivitas digital di Papua Pegunungan sekaligus membuka peluang percepatan transformasi digital di berbagai sektor.” Donny menambahkan bahwa kehadiran satelit akan membantu layanan internet menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini sulit terhubung akibat kondisi geografis yang menantang.
Melalui Community Gateway Wamena, Telkomsat bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk terus memperkuat komitmen menyediakan konektivitas digital yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia. Teknologi satelit yang mampu menjangkau daerah terpencil secara lebih cepat dan adaptif diharapkan menjadi katalisator percepatan transformasi digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital masyarakat Papua Pegunungan.
Secara keseluruhan, kehadiran Community Gateway Wamena menandai langkah strategis dalam memperkuat jaringan internet di wilayah yang selama ini terisolasi. Dengan dukungan teknologi satelit, akses internet yang stabil dan merata kini menjadi lebih dekat, membuka peluang bagi pembangunan ekonomi dan sosial di Papua Pegunungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
