Gempa M7,7 Guncang NTT, Imbau Waspada Susulan
Gambar atau konten salah?
Gempa bumi besar mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi. Guncangan terasa hingga ke Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat. Mereka diminta tetap tenang namun waspada.
Episenter gempa berada di laut, tepatnya di Timur Laut Nagekeo, NTT. Data awal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat magnitudo 7,0 dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 04.58.23 WIB. Parameter kemudian diperbarui menjadi magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer. Sementara itu, lembaga riset Jerman, GeoForschungsZentrum (GFZ), mencatat magnitudo M6,25 pada kedalaman 10 kilometer di koordinat 8,375 LS-121,545 BT.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan kondisi geologi di sekitar lokasi gempa. Daerah terdekat memiliki morfologi yang beragam. Mulai dari dataran, area berombak, bergelombang, hingga perbukitan dan pegunungan. Batuan penyusun wilayah itu adalah batuan gunung api berumur Tersier dan batuan sedimen berumur Kuarter.
"Batuan yang telah mengalami pelapukan maupun sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi," kata Lana Saria dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia menambahkan, berdasarkan data tapak lokal Vs30, daerah sekitar episenter terklasifikasi dalam beberapa kelas tanah. Ada Kelas Tanah C (tanah sangat padat atau batuan lunak), Kelas Tanah D (tanah sedang), dan Kelas Tanah E (tanah lunak). "Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti potensi guncangan gempa bumi di area tersebut terasa lebih intens," ujarnya.
Berdasarkan parameter sumber, gempa ini memiliki mekanisme sesar naik. Mekanisme ini berasosiasi dengan Zona Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back Arc Thrust. Badan Geologi menyatakan daerah tersebut berada dalam Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Menengah hingga Tinggi.
Intensitas guncangan tercatat cukup kuat di sejumlah daerah. BMKG mencatat IV-V MMI di Ruteng. Guncangan V MMI terjadi di Kota Bima dan Kabupaten Dompu. Sementara itu, Ende, Labuan Bajo, Maumere, dan Sumba Timur mencatat IV-V MMI.
Masyarakat diimbau mengikuti arahan BPBD setempat. Periksa kondisi bangunan tempat tinggal. Patuhi rambu dan jalur evakuasi yang sudah ditentukan. Jangan mudah terpengaruh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan soal gempa bumi dan tsunami. Kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan tetap perlu dijaga. Warga juga diminta menghindari area tebing yang berpotensi mengalami pergerakan tanah, terutama saat kondisi hujan.
Wilayah NTT memang dikenal sebagai daerah rawan gempa. Letaknya berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif. Gempa dengan mekanisme sesar naik seperti ini umum terjadi di zona busur belakang Flores. Kondisi tanah lunak di beberapa area membuat guncangan terasa lebih kuat dari yang seharusnya. Ini yang menyebabkan gempa dirasakan hingga ke pulau-pulau tetangga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait