Gibran Tinjau Progres Bendungan Bagong, Minta Percepatan
Gambar atau konten salah?
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi lokasi proyek Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada 4 Mei 2026. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau perkembangan pembangunan bendungan yang menjadi bagian penting dari infrastruktur strategis pemerintah.
Gibran menegaskan bahwa proyek ini berperan dalam memperkuat ketahanan air, ketahanan pangan, dan pengendalian banjir di wilayah selatan Jawa Timur. Ia menekankan perlunya percepatan penyelesaian agar manfaat bendungan segera dirasakan oleh masyarakat, terutama petani dan warga Trenggalek.
Selama kunjungan, Gibran juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan semua pemangku kepentingan. Ia menyampaikan apresiasi kepada tim proyek dan mengucapkan pesan semangat: “Semangat Terus” kepada semua pekerja di lapangan. Dukungan semacam ini diharapkan dapat memotivasi percepatan penyelesaian proyek secara optimal.
Proyek Pembangunan Bendungan Bagong Paket III, yang dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk (PTPP), memiliki nilai kontrak sebesar Rp402,31 miliar. Pelaksanaan proyek berlangsung selama 1 473 hari kalender, dimulai pada 20 Desember 2024. Hingga kini, progres proyek telah mencapai 59,49 %, melampaui target awal sebesar 56,56 % dan menunjukkan kinerja yang lebih cepat dari rencana.
Bendungan Bagong dirancang dengan kapasitas tampung 17,4 juta meter kubik. Ia diproyeksikan dapat menyuplai air irigasi bagi 977 hektare lahan pertanian di Daerah Irigasi Bagong. Selain itu, bendungan ini akan menyediakan air baku sebesar 153 liter per detik dan berperan dalam pengendalian banjir di wilayah Kabupaten Trenggalek.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyatakan: “PTPP berkomitmen untuk menyelesaikan proyek Bendungan Bagong tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan keberlanjutan. Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan air dan peningkatan produktivitas pertanian,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (4 Mei 2026).
Pelaksanaan proyek menghadapi tantangan teknis yang cukup kompleks. Konstruksi bendungan bertumpu pada lapisan koluvial, memerlukan rekayasa khusus untuk memastikan stabilitas dan keamanan struktur. Untuk mengatasi tantangan tersebut, PTPP mengimplementasikan berbagai inovasi konstruksi guna meningkatkan efektivitas pekerjaan serta menjaga standar keselamatan kerja.
Inovasi yang diterapkan turut berkontribusi pada pencapaian prestasi proyek. PTPP menerima Indonesia Construction Safety Award 2023 kategori Safety Innovation – Proyek BUMN dengan makalah “Tunnel Dust Buster Bendungan Bagong – Divisi Infrastruktur 2”. Selain itu, proyek ini juga meraih Penghargaan Konstruksi Indonesia 2024 kategori Penyedia Jasa dengan Implementasi Kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Terbaik Bidang Sumber Daya Air dari Kementerian Pekerjaan Umum.
PTPP menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin; Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara; Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Muhammad Noor; Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bagong, Riwin Andono; serta General Manager PTPP, Apri Setiawan.
Proyek Bendungan Bagong menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat menghasilkan infrastruktur yang mendukung ketahanan air dan pertanian. Keberhasilan proyek ini, terwujud melalui perencanaan matang, inovasi, dan penghargaan atas keselamatan kerja, menjadi contoh bagi pembangunan infrastruktur di daerah lain.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
