Ginting Tegaskan Tidak Pensiun, Fokus Kembali ke Puncak
Gambar atau konten salah?
Anthony Sinisuka Ginting menjawab pertanyaan tentang pensiun dalam waktu dekat. Ia tegas mengatakan, “Enggak ada sih. Kalau planning berhenti dalam waktu dekat, enggak ada lah, memang dari saya pribadi keinginannya masih besar.” Poin ini muncul saat ia ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
Setelah pulih dari cedera bahu, Ginting mengalami momen campur aduk. Ia belum kembali ke performa terbaiknya, dan pencapaian di turnamen masih belum memuaskan. Secara fisik sudah oke, namun hasilnya masih jauh dari harapan.
Tahun ini, ia hanya sekali menembus semifinal. Itu terjadi di Super 300 Swiss Open. Sisanya terhenti di babak 32 dan 16 besar. Performa ini menandai bahwa ia masih berjuang untuk kembali ke puncak.
Ketika ditanya secara langsung, ia menegaskan bahwa pensiun tidak menjadi opsi. Ia menambahkan, “Sisanya tinggal tunggu waktu sih, kayak kemarin saya mengobrol sama Koh Indra setelah kalah di Malaysia Masters, jujur sempat ngedrop juga karena kan terlepas siapa pun lawannya, kalau merasakan kalah terus pasti ngedrop juga.” Ginting mengakui bahwa rasa tidak percaya diri bisa memaksa pemain untuk rehat, namun tekadnya tetap kuat.
Ia juga menyoroti pentingnya pelatihnya. Ia berkata, “Bersyukurnya punya pelatih seperti Koh Indra (Widjaja) dan pelatih-pelatih lain, tetap support. Mereka tidak yang ... tetap ada evaluasi cuma buat membangun kepercayaan diri kan tak bisa sehari, semalam dua malam, atau seminggu dua minggu.” Ini menunjukkan bahwa evaluasi berkelanjutan dibutuhkan untuk membangun kepercayaan diri.
Ginting menambahkan, “Dari saya pribadi dari lingkungan sekitar juga harus terus positif, dan support. Jadi itu yang terus dibangun setiap harinya di latihan dan di luar lapangan.” Lingkungan positif menjadi bagian penting dalam proses pemulihan dan motivasi.
Di luar lapangan, dukungan datang dari keluarga kecilnya. Ia mengungkapkan, “Bersyukurnya sekarang sudah punya anak jadi tak terlalu dipikirkan. Kalau dulu setiap habis kalah di asrama, lagi makan, atau di kamar pasti kepikiran. Sekarang pun tetap kepikiran juga (kalau habis kalah), tapi teralihkan sama anak.” Anak ini menjadi sumber motivasi tambahan.
Motivasi utama Ginting adalah membawa Ethan Caleb Ginting ke podium. Ia menegaskan, “Jadi punya keluarga dan anak itu menjadi bentuk motivasi dan semangat juga. Kayak salah satu motivasinya ingin bawa Ethan ke podium, dan podium-podium lainnya karena ada tujuannya.” Tujuan ini menambah beban emosional namun juga memberi semangat.
Secara keseluruhan, Anthony Sinisuka Ginting tetap berfokus pada latihan, dukungan pelatih, dan motivasi keluarga. Ia menolak ide pensiun dan bertekad untuk tetap bersaing, meski performa tahun ini belum mencapai puncak. Dengan dukungan keluarga dan pelatih, ia berharap dapat kembali menorehkan prestasi di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dua Wakil Indonesia Tersingkir di 16 Besar Japan Open
Setahun Berpartner, Fajar/Fikri Kembali ke Japan Open
Alwi Farhan Bangkit, Kalahkan Lanier di Japan Open
Lima Wakil Indonesia Bertanding di Japan Open 2026
Putri Kusuma Tak Khawatir Tanpa An Se Young
Fajar/Fikri Kalahkan Popov Bersaudara di Japan Open
