Google Perkuat Android, Blokir Panggilan Penipu Bank
Gambar atau konten salah?
Google akan menggelar konferensi tahunan I/O pekan depan. Sementara itu, Google sudah mengumumkan banyak pembaruan di Android Show. Banyak di antaranya menambah keamanan pada perangkat Android sepanjang tahun 2026.
Fitur pertama bertujuan menahan penipuan lewat telepon yang meniru bank atau lembaga keuangan. Penipu sering berpura‑pura menjadi bank untuk memancing data supaya bisa membobol rekening korban. Modus ini semakin canggih karena penipu memakai teknologi spoofing atau pemalsuan nomor telepon. Dengan begitu, panggilan tampak datang dari bank, padahal tidak.
Google bekerjasama dengan beberapa bank dan lembaga keuangan untuk memblokir modus ini. Sistem operasi Android akan menambahkan perlindungan spoofing yang otomatis memutus panggilan dari nomor yang berpura‑pura bank yang berpartisipasi. Selain itu, sistem akan mengirimkan notifikasi kepada pengguna, memberi tahu bahwa panggilan tersebut kemungkinan berasal dari penipu. Fitur ini akan diluncurkan dalam beberapa pekan ke depan untuk perangkat yang menjalankan Android 11 atau lebih baru.
Hingga saat ini, Google hanya bermitra dengan Revolut, Itaú, dan Nubank—semua bank yang tidak beroperasi di Indonesia. Google menyatakan akan memperluas kolaborasi ini dengan lebih banyak bank pada akhir tahun 2026.
Selanjutnya, Google memperkuat fitur Mark as lost di aplikasi Find Hub. Fitur ini melindungi ponsel ketika dicuri atau hilang. Kini, membuka kunci perangkat memerlukan autentikasi biometrik, sehingga pengguna harus memasukkan PIN dan sidik jari atau wajah. Google juga mengumumkan fitur keamanan baru untuk Android Foto. Fitur ini dirancang untuk menahan pencopet yang sudah mempelajari gerak‑gerak pengguna hingga menghapalkan PIN atau password perangkat. Dengan biometrik sebagai lapisan kedua, pencuri tidak dapat menonaktifkan pelacakan perangkat.
Selain itu, mengaktifkan Mark as lost juga akan memicu perlindungan tambahan. Fitur ini menyembunyikan Quick Settings, menonaktifkan koneksi Wi‑Fi dan Bluetooth baru, dan akan diaktifkan secara default pada perangkat Android 17.
Google juga memperluas Live Threat Detection. Fitur ini menganalisis aplikasi untuk mendeteksi perilaku mencurigakan. Fitur ini nantinya dapat mengidentifikasi aplikasi yang berusaha menipu pengguna. Live Threat Detection menggunakan pemantauan sinyal dinamis untuk menemukan pola atau perilaku mencurigakan, seperti SMS forwarding atau manipulasi izin aksesibilitas. Pembaruan ini akan hadir di Android 17 tahun ini.
Terakhir, ada fitur privasi kecil yang memfokuskan izin aksesibilitas dan data lokasi. Pengguna dapat menekan tombol khusus untuk berbagi lokasi secara sementara, selama aplikasi tetap terbuka. Fitur ini berguna untuk tugas singkat, seperti mencari kafe terdekat. Dengan cara ini, pengguna dapat membatasi data lokasi yang dapat diakses aplikasi.
Dengan serangkaian pembaruan ini, Google menegaskan komitmen terhadap keamanan dan privasi pengguna Android. Fitur-fitur baru ini akan tersedia pada perangkat Android 11 ke atas, dan beberapa di antaranya akan menjadi standar pada Android 17. Pengguna akan mendapatkan perlindungan tambahan dari penipuan telepon, pencurian, serta aplikasi berbahaya, sambil tetap menjaga kontrol atas data pribadi mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
