GPS Pantau Ribuan Jemaah Haji Dari Madinah ke Makkah

Ika P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
GPS Pantau Ribuan Jemaah Haji Dari Madinah ke Makkah

Gambar atau konten salah?

Di sebuah ruangan kecil berukuran 6x4 meter di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Makkah, ribuan jemaah haji Indonesia dipantau setiap hari. Dari ruang ini, mobilitas jemaah dari Madinah ke Makkah diawasi terus‑terusan 24 jam.

Di dalamnya, lima layar monitor besar menampilkan pergerakan bus Angkutan Kota Antar Perhajian (AKAP) secara real time. Setiap titik di layar menunjukkan posisi bus yang membawa jemaah haji menuju hotel masing‑masing di Makkah. Pada 10 Mei 2026, suasana ruang kendali terasa sibuk. Handy talky atau HT, yang akrab disebut “Bravo”, hampir tidak pernah terlepas dari tangan petugas transportasi bernama Arudi. Di sisi lain ruangan, petugas lain memusatkan perhatian pada GPS bus yang membawa jemaah Kloter 29 Embarkasi Solo (SOC 29).

Arudi terus berkoordinasi dengan petugas di bus dan petugas sektor tujuan untuk memastikan hotel dan konsumsi siap menyambut kedatangan jemaah. “Jadi patokannya itu posisi bus ada di kilometer berapa dengan jarak hotel. Misalnya posisi ada di kilometer sekian kurang lebih dua jam akan sampai di sektor, jadi mereka sudah siap‑siap,” kata Arudi.

Aktivitas pemantauan semakin padat dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah. Pada hari itu saja, tercatat 20 kloter diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah menggunakan 132 bus dengan total 7.838 jemaah.

Di ruang kendali tersebut, petugas memastikan armada tidak salah arah sekaligus memantau keamanan perjalanan jemaah. Kepala Seksi Transportasi PPIH Daker Makkah, Moh Afifuddin Zuhri, menjelaskan seluruh bus dipantau menggunakan sistem GPS yang terintegrasi dengan aplikasi khusus. “Bagi kita, pelayanan lebih baik ketika kita sudah tahu posisi jemaahnya. Seperti kemarin ada kendala di jalan dari Jeddah karena ada pemeriksaan (otoritas keamanan Arab Saudi),” ujarnya.

Menurut Afifuddin, jadwal perjalanan bus tidak selalu berjalan sesuai estimasi karena kondisi lalu lintas dan kecepatan armada bisa berbeda‑beda. “Jadi ini bisa di tracking di sini,” katanya. Ia menjelaskan fitur pelacakan menjadi instrumen penting agar petugas di sektor bisa menyesuaikan kesiapan hotel, konsumsi, hingga layanan kedatangan jemaah. Dalam sistem tersebut, tim di Madinah juga terus berkoordinasi dengan Daker Bandara dan operator bus untuk memastikan data perjalanan tetap akurat.

Afifuddin menegaskan bahwa digitalisasi layanan transportasi menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung kelancaran operasional haji tahun ini. “Digitalisasi layanan transportasi ini menjadi kunci agar pelayanan di sisi transportasi bisa maksimal dan memastikan kondisi jemaah aman selama perjalanan,” ujarnya.

Foto: PPIH Media Center Haji 2026

Pengawasan ini menegaskan betapa pentingnya koordinasi real time antara petugas di lapangan dan pusat kendali. Dengan data GPS yang akurat, setiap perubahan rute atau hambatan dapat segera diatasi, memastikan jemaah tiba tepat waktu di hotel dan dapat melaksanakan ibadah dengan tenang.

Ruang KendaliGPS BusAngkutan Kota Antar PerhajianDigitalisasi Layanan TransportasiKoordinasi Real TimeHotel dan Konsumsi

Komentar

Memuat komentar...