Grab Tutup Program GrabBike Hemat untuk Mitra, Biaya Tetap
Gambar atau konten salah?
Grab Indonesia mengumumkan rencana penutupan Program Langganan Akses Hemat bagi mitra ojek online (ojol) alias GrabBike. Penutupan ini dimaksudkan untuk menyesuaikan layanan menjadi lebih baik dan menciptakan ekosistem berkelanjutan bagi semua pihak.
Meski demikian, Grab tetap memastikan layanan GrabBike Hemat bagi konsumen tetap tersedia. Biaya akan naik secara terukur, namun tetap mengutamakan keterjangkauan masyarakat. Sementara itu, layanan GrabBike Standard dijamin tidak mengalami kenaikan harga.
"Grab Indonesia menegaskan bahwa layanan GrabBike Hemat untuk konsumen akan tetap tersedia dengan penyesuaian biaya yang dilakukan secara terukur, dengan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat," tulis Grab dalam keterangan tertulis, Rabu, 20 Mei 2026.
Perusahaan menegaskan prioritas pada kesejahteraan mitra ojol. Upaya menjaga pendapatan mitra terus dilanjutkan. Grab juga berupaya menghadirkan berbagai program kesejahteraan, antara lain Bonus Hari Raya (BHR), fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung perusahaan, asuransi kecelakaan tambahan, beasiswa GrabScholar, program Umrah bagi mitra inspiratif, GrabAcademy, GrabBenefits, dan kanal darurat GERCEP (Grab Respon Cepat).
Grab Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan implementasi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 bagi Mitra Pengemudi Transportasi Roda Dua (GrabBike) berjalan lancar.
Dengan penutupan program, Grab tetap fokus pada kesejahteraan mitra dan keterjangkauan bagi konsumen, sambil mematuhi peraturan pemerintah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
