Gubernur Koster 'Catat' Bupati Tak Hadir PKB
Gambar atau konten salah?
Gubernur Bali, Wayan Koster, melontarkan kritik tajam kepada para bupati dan wali kota yang tidak pernah menyaksikan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 tahun 2026. Acara tahunan ini sudah berlangsung selama sebulan penuh, tepatnya dari 13 Juni hingga 11 Juli 2026.
Saat memberikan pidato di acara penutupan PKB, Koster mengaku telah mengabsen satu per satu kepala daerah. Ia memeriksa siapa saja yang rajin hadir dan siapa yang tidak pernah muncul sama sekali selama pergelaran berlangsung.
"Coba bayangkan seniman kita membuat tampilan latihannya berbulan-bulan sampai menjadi karya yang berkualitas layak tampil di Pesta Kebudayaan Bali. Lah kita kalau nonton saja nggak sanggup, kebangetan guys," ucap Koster di Art Center, Denpasar, pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Gubernur dua periode itu bahkan mencatat kehadirannya sendiri. Dari total 29 hari penyelenggaraan PKB, Koster mengaku hadir sebanyak 16 kali. Ia absen 13 kali karena ada tugas yang tidak bisa diwakilkan.
Meskipun kecewa dengan banyak kepala daerah, Koster tetap memberikan apresiasi kepada beberapa bupati dan wali kota yang masih menyempatkan hadir di acara penutupan. Mereka adalah Bupati Badung, Bupati Klungkung, dan Wali Kota Denpasar.
"Ada juga bupati yang tidak pernah hadir selama Pesta Kesenian Bali berlangsung, catat, catat itu," pinta Koster.
Menurut Koster, menjadi pemimpin daerah di Bali tidak cukup hanya dengan mengalokasikan anggaran untuk seni dan budaya. Seorang pemimpin, kata dia, harus benar-benar mencintai seni dan budaya Bali secara utuh.
Ia menegaskan bahwa tugas utama seorang kepala daerah adalah mendorong dan memotivasi para seniman. Para seniman ini sudah mempersiapkan penampilan mereka dengan sungguh-sungguh selama berbulan-bulan hingga layak tampil di PKB. Pemimpin juga harus memberi semangat kepada masyarakat untuk menonton PKB. Dengan begitu, sistem ekonomi seni dan budaya Bali bisa terus hidup.
"Jadi karena itu, kalau menjadi kepala daerah Bali, wajib hukumnya cinta seni dan budaya Bali," terang pria asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng, itu.
PKB merupakan agenda tahunan yang menjadi ajang unjuk kebolehan para seniman Bali. Acara ini tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif di Pulau Dewata. Kritik Koster menunjukkan bahwa dukungan pemimpin daerah terhadap acara semacam ini masih perlu ditingkatkan, terutama dalam bentuk kehadiran langsung, bukan sekadar anggaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
