Tiga Tahun Suu Kyi Hilang, Hidup atau Mati?
Gambar atau konten salah?
Lebih dari tiga tahun sudah berlalu sejak Aung San Suu Kyi terakhir kali terlihat di depan publik. Mantan pemimpin Myanmar itu menghilang setelah menghadiri sidang pengadilan pada akhir tahun 2022. Sejak momen itu, tidak ada satu pun informasi resmi yang bisa memastikan apakah ia masih hidup atau tidak.
Junta militer Myanmar terus menolak setiap permintaan untuk bertemu dengan Suu Kyi. Penolakan ini datang dari berbagai pihak — keluarganya, diplomat asing, hingga para pemimpin negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Bahkan ASEAN, organisasi yang selama ini menjadi wadah dialog regional, ikut mendesak agar junta membuktikan bahwa perempuan berusia 81 tahun itu masih bernapas.
Desakan itu muncul setelah The Economist, majalah berita terkemuka asal Inggris, menerbitkan artikel dengan judul yang cukup provokatif: "Is Aung San Suu Kyi Dead?" atau "Apakah Aung San Suu Kyi Sudah Meninggal?" Artikel tersebut menyoroti fakta bahwa Suu Kyi tidak pernah lagi muncul di hadapan publik setelah persidangan kasusnya berakhir pada akhir 2022. Kudeta militer pada Februari 2021 telah menggulingkan pemerintahan sipil yang dipimpinnya.
Upaya paling baru dilakukan oleh putra bungsu Suu Kyi, Kim Aris. Ia bepergian ke berbagai negara untuk mendesak otoritas militer Myanmar memberikan bukti bahwa ibunya masih hidup. Kim juga mengungkapkan bahwa tim kuasa hukum Suu Kyi bahkan tidak diberi akses untuk menemuinya. Ini menunjukkan betapa ketatnya isolasi yang diterapkan terhadap tahanan politik paling terkenal di Myanmar itu.
Pada April lalu, pemerintah militer Myanmar menyatakan bahwa Suu Kyi telah dipindahkan dari penjara ke tahanan rumah. Namun, mereka tetap menolak permintaan para diplomat asing untuk bertemu dengannya. Sebuah foto yang beredar belakangan diklaim memperlihatkan sosok Suu Kyi. Tapi keaslian foto itu diragukan oleh banyak pihak. Alih-alih meredam spekulasi, foto tersebut justru memicu lebih banyak pertanyaan.
Minimnya informasi independen mengenai kondisi Suu Kyi semakin memperkuat spekulasi tentang kesehatannya. Beberapa pengamat khawatir ia mungkin sakit parah atau bahkan sudah meninggal dunia. Sementara itu, pihak lain percaya bahwa ia masih hidup tetapi ditahan dalam isolasi yang sangat ketat — tanpa akses ke dunia luar.
Jenderal Senior Min Aung Hlaing, yang baru-baru ini menyatakan diri sebagai Presiden Myanmar, dilaporkan bereaksi marah ketika ditanya soal Suu Kyi. Pertanyaan itu datang dari sejumlah tokoh internasional, termasuk Perdana Menteri India Narendra Modi dan utusan khusus PBB Julie Bishop. Reaksi marah tersebut justru menimbulkan kecurigaan lebih besar.
Pemerintah negara-negara di kawasan dan Perserikatan Bangsa-Bangsa terus mendesak otoritas militer Myanmar agar memberikan akses untuk menemui Suu Kyi. Para diplomat asing menegaskan bahwa konfirmasi mengenai keselamatannya — atau pembebasannya — akan menjadi langkah penting jika Myanmar ingin memperbaiki citra internasionalnya.
Selama lebih dari tiga tahun, ketidakjelasan nasib Suu Kyi menjadi simbol kegagalan junta militer Myanmar dalam membangun kepercayaan publik. Semakin lama misteri ini berlangsung, semakin sulit bagi Myanmar untuk meyakinkan dunia bahwa mereka serius membuka diri terhadap dialog dan reformasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
