Gubernur Sumatera Selatan Dapat Satyalancana Wira Karya

Sari D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 111 dibaca
Bisik.id
Gubernur Sumatera Selatan Dapat Satyalancana Wira Karya

Gambar atau konten salah?

Satyalancana Wira Karya diberikan kepada Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, atas dedikasi dan kontribusi di bidang pemerintahan, khususnya kelautan dan perikanan.

Gubernur Deru dipuji karena berhasil melaksanakan konservasi pesisir. Program rehabilitasi mangrove didukung oleh regulasi tata ruang yang diperkuat, pembentukan kelembagaan seperti KKMD, Forum DAS, dan LDPHD, serta koordinasi lintas sektor yang lebih solid.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di Sasana Bhakti Praja, Gedung C Lantai 3, Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat pada Senin, 01 Juni 2026. Penganugerahan didasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 126/TK/Tahun 2025 tentang Satyalancana Wira Karya.

Dalam sambutannya, Tito Karnavian menjelaskan proses seleksi yang sangat ketat dan panjang. “Proses seleksinya sangat ketat dan panjang. Ada panitia seleksi yang melibatkan Kemenko Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemendagri, serta berbagai pihak lainnya. Banyak nama yang diajukan, namun setelah melalui seleksi administrasi, verifikasi lapangan, dan klarifikasi, akhirnya terpilih tiga gubernur, termasuk dua gubernur yang masih aktif menjabat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan negara kepada kepala daerah yang menunjukkan prestasi dan inovasi di bidang kelautan dan perikanan. “Saya sangat senang karena penghargaan ini merupakan pengakuan atas prestasi kepala daerah yang telah membuat inovasi dan terobosan. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan sekitar 65 persen wilayahnya berupa perairan. Karena itu, pengembangan sektor kelautan dan perikanan menjadi sangat penting,” katanya.

Gubernur Deru menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. “Alhamdulillah, kami bersyukur karena kerja-kerja lapangan yang kami lakukan dinilai dan dihargai secara komprehensif. Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ungkapnya.

Ia menyoroti rehabilitasi mangrove sebagai program utama yang dinilai. “Menurut Herman Deru, salah satu program yang menjadi fokus penilaian adalah rehabilitasi mangrove yang telah dijalankan secara konsisten sejak 2021. Program tersebut tidak hanya bertujuan mencegah abrasi pantai, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.”

Herman Deru menjelaskan hasilnya. “Melalui rehabilitasi mangrove, kita tidak hanya menghindari abrasi, tetapi juga mengembalikan habitat berbagai jenis ikan yang sebelumnya mulai langka. Kini, ikan-ikan yang menjadi konsumsi masyarakat, bahkan yang memiliki nilai ekspor, mulai kembali ditemukan. Ini menjadi indikator bahwa program yang kami lakukan berhasil,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penilaian program berlangsung selama empat tahun. “Proses penilaian terhadap program tersebut berlangsung selama empat tahun. Hasil yang dicapai saat ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya,” tambahnya.

Gubernur Deru menutup pidatonya dengan ucapan terima kasih. “Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan serta apresiasi kepada Sumsel. Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Penghargaan ini menegaskan komitmen Sumatera Selatan dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan, sekaligus memperkuat upaya pelestarian ekosistem pesisir yang vital bagi ekonomi lokal.

Satyalancana Wira KaryaGubernur Herman DeruKonservasi PesisirRehabilitasi MangroveKementerian Dalam NegeriKelautan dan PerikananKeputusan Presiden RIEkosistem Pesisir

Komentar

Memuat komentar...