Gurita Raksasa 19m Terungkap dari Fosil Jawi Baru 2026

Arif S. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 109 dibaca
Bisik.id
Gurita Raksasa 19m Terungkap dari Fosil Jawi Baru 2026

Gambar atau konten salah?

Bayangkan seekor gurita raksasa, panjangnya mencapai sembilan belas meter, yang mengintai di lautan purba ketika dinosaurus masih berkuasa di daratan. Mungkin terdengar seperti legenda kraken, namun penelitian terbaru menunjukkan makhluk ini memang pernah ada.

Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Science pada 23 April 2026 dan meneliti fosil rahang gurita kuno dari genus Nanaimoteuthis. Pimpinan studi, Yasuhiro Iba dari Hokkaido University, menganalisis puluhan fosil rahang yang terawetkan di Jepang dan Pulau Vancouver, Kanada.

Para peneliti menemukan setidaknya lima belas rahang yang masih utuh. Ukurannya jauh lebih besar daripada gurita modern, menandakan tubuhnya sangat besar. Dari analisis tersebut, panjang tubuh utama diperkirakan antara satu setengah hingga empat setengah meter. Namun bila ditambahkan panjang tentakel, totalnya bisa mencapai tujuh hingga sembilan belas meter. Sebagai perbandingan, gurita raksasa Pasifik modern memiliki lengan sekitar lima setengah meter.

Temuan ini menantang pandangan lama bahwa predator laut terbesar di era Kapur didominasi oleh reptil laut atau ikan raksasa. Gurita purba ini diyakini menjadi predator puncak yang mampu bersaing dengan mosasaurus atau hiu purba. Tentakel kuat dengan pengisap, serta rahang keras seperti paruh, memungkinkan gurita ini mencengkeram dan menghancurkan mangsa dengan mudah. Seorang paleontolog, Christian Klug dari University of Zurich, menulis bahwa makhluk ini “mungkin bisa memangsa hewan sebesar hiu.”

Klug menambahkan, “Tidak ada jalan keluar bagi mangsanya,” dalam ulasan penelitian tersebut.

Keunikan lain ditemukan pada pola keausan rahang. Tidak merata antara sisi kiri dan kanan, menunjukkan kemungkinan preferensi menggunakan satu sisi tubuh saat makan, mirip dengan kebiasaan “tangan dominan” pada manusia. Fenomena ini biasanya dikaitkan dengan tingkat kecerdasan tinggi. Gurita modern dikenal sangat pintar, mampu memecahkan masalah dan menggunakan strategi berburu yang kompleks. Oleh karena itu, gurita purba ini diduga bukan hanya besar dan kuat, tetapi juga cerdas—kombinasi yang menjadikannya predator efektif di lautan purba.

Meski temuan ini membuka wawasan baru, banyak aspek kehidupan gurita raksasa ini masih menjadi misteri. Para ilmuwan belum mengetahui bentuk tubuh lengkapnya, kecepatan berenangnya, hingga detail pola berburu. Paleontolog Nick Longrich dari University of Bath menduga bahwa gurita ini kemungkinan memangsa ammonites dan moluska bercangkang yang hidup pada era yang sama. Namun, seperti gurita modern, mereka juga diyakini oportunis dan akan memakan berbagai jenis mangsa.

Longrich berkata, “Ini masih butuh waktu untuk benar-benar memahaminya. Masih agak misterius.”

Untuk sementara, fosil rahang ini memberikan gambaran sekilas tentang raksasa laut yang pernah menguasai samudra purba. Dengan rahang penghancur, tentakel kuat, dan kecerdasan tinggi, gurita ini menjadi salah satu invertebrata terbesar yang pernah hidup di Bumi.

Spesies seperti Nanaimoteuthis jeletzkyi dan Nanaimoteuthis haggarti kini dianggap bukti bahwa “kraken” bukan sekadar legenda. Jauh sebelum manusia mengenal laut dalam, makhluk seperti ini sudah lebih dulu menjadi penguasa samudra. Siapa sangka, di balik tenangnya lautan purba, pernah hidup predator cerdas sepanjang sembilan belas meter yang siap menyergap dari kegelapan.

Penemuan fosil rahang ini menambah bukti bahwa kehidupan laut purba lebih kompleks daripada yang pernah diperkirakan. Gurita raksasa ini menunjukkan bahwa makhluk tanpa tulang dapat menjadi predator utama, menantang asumsi bahwa reptil laut dan ikan raksasa selalu mendominasi. Keberadaan mereka menegaskan bahwa evolusi laut telah menghasilkan beragam strategi bertahan hidup, termasuk kecerdasan dan kekuatan fisik yang luar biasa. Dengan demikian, sejarah laut menampilkan lebih banyak kejutan daripada yang terlihat pada permukaan.

Gurita raksasaNanaimoteuthisFosil rahangPredator lautEra KapurKecerdasanKraken

Komentar

Memuat komentar...