Hanif Faisol Nurofiq Jadi Wakil Menko Pangan Baru Indonesia
Gambar atau konten salah?
On Monday, 27 April 2026, President Prabowo Subianto officially appointed Hanif Faisol Nurofiq as the new Wakil Menko Bidang Pangan.
Hanif, who previously served as Minister of Environment, was sworn in at Istana Negara, Jakarta Pusat in a ceremony that followed the President’s decision.
The appointment is part of the Cabinet of 2024‑2029, as outlined in Keputusan Presiden Nomor 51 P 2026 regarding the dismissal and appointment of ministers and deputy ministers.
"Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Prabowo membacakan sumpah diikuti oleh Hanif.
"Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," lanjutnya.
The oath reflects a pledge to uphold the constitution, enforce laws, and act with integrity. Hanif’s experience in environmental policy may shape his approach to agricultural matters within the new cabinet.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
