Harga Ayam Hidup Turun Rp15.000/kg, Peternak Kecil Merugi

Ningsih R. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Harga Ayam Hidup Turun Rp15.000/kg, Peternak Kecil Merugi

Gambar atau konten salah?

Harga ayam hidup turun drastis di tingkat peternak, menurut data Kementerian Pertanian. Saat ini, di beberapa wilayah, harga ayam hidup mencapai Rp 15.000 per kilogram. Ini jauh di bawah harga acuan pemerintah yang ditetapkan Rp 19.500 per kilogram.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH, I Ketut Wirata, menegaskan kondisi ini sangat merugikan peternak kecil. “Informasi yang kami dapat, khususnya di Jawa Tengah, ada live bird dijual di harga Rp 15.000/kg. Kondisi ini sangat berat bagi peternak mandiri atau peternak skala kecil,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada 30 Mei 2026.

Menanggapi situasi ini, Ditjen PKH menggelar rapat koordinasi dengan Asosiasi Rumah Potong Unggas Indonesia (ARPHUIN) dan pelaku Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU). Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat komitmen seluruh rantai usaha perunggasan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak.

Menurut Ketut, peternak rakyat menjadi pihak yang paling terdampak ketika harga turun di bawah biaya produksi. “Peternak besar mungkin masih bisa bertahan karena ditopang modal yang kuat. Tapi bagi peternak mandiri, kondisi ini bisa mempercepat proses gulung tikar,” jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah mengajak semua pelaku industri untuk memperkuat kolaborasi guna menjaga keseimbangan pasar. “Kami mengimbau dan mengharapkan komitmen bersama agar RPHU jangan sampai membeli ayam di bawah harga acuan yang telah disepakati,” tambah Ketut.

Ketut menegaskan bahwa rumah potong hewan unggas memiliki peran strategis dalam rantai pasok perunggasan nasional. Rumah potong menjadi instrumen penting dalam penyerapan produksi peternak dan pengendalian pasokan di pasar.

Sebagai bagian dari upaya stabilisasi, Ditjen PKH mengambil langkah pengendalian dengan menunda sementara rekomendasi usaha tertentu di sektor perunggasan hingga harga kembali sesuai dengan acuan pemerintah. “Selama harga belum sesuai acuan pemerintah, seluruh rekomendasi terkait pelaku usaha terkait perunggasan di Ditjen PKH diminta untuk ditunda sementara,” kata Ketut.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Hary Suhada, menegaskan langkah tersebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga harga ayam hidup tetap menguntungkan peternak. “Kami tadi sudah sepakat semua rekomendasi terkait perunggasan sementara kita tunda dulu sampai tercapai harga yang telah ditentukan pemerintah. Saya mohon sekali kolaborasinya untuk tidak berkontribusi dalam penurunan harga,” ucapnya.

Ketua ARPHUIN, Sigit Pambudi, menegaskan bahwa rumah potong hewan unggas tetap berupaya menyerap produksi peternak untuk membantu menjaga keseimbangan pasar. “Situasi yang kami hadapi memang sama-sama sulit. Jadi bukan sesuatu yang kemudian euforia kami mengambil untung atau mengambil kesempatan,” jelasnya.

Sigit menambahkan bahwa rumah potong tetap menjalankan kegiatan pemotongan secara maksimal, bahkan selama masa libur panjang. “Meskipun tanggal merah kami tetap gaspol melakukan pemotongan untuk menyerap ayam. Jadi kalau kami menekan harga itu tidak ada,” tambahnya.

Rekan Keenan Pardede, yang mewakili RPHU PT Charoen Pokphand Indonesia, menyampaikan bahwa pelaku usaha telah memaksimalkan kapasitas pemotongan untuk membantu penyerapan produksi peternak di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih. “Kami di RPHU sudah memaksimalkan pemotongan, hampir 400 truk dipotong tiap harinya,” kata Keenan.

Menurut Keenan, pelaku usaha juga berupaya mengikuti arahan pemerintah terkait harga pembelian ayam hidup meskipun menghadapi tantangan biaya produksi yang meningkat. “Kami juga sudah mengikuti arahan Rp 19.500 dan itu menjadi beban produksi yang cukup berat. Karena itu kami berharap lewat forum ini kita bisa kompak,” pungkasnya.

Dengan semua pihak yang terlibat, upaya menjaga harga ayam hidup tetap pada level yang menguntungkan peternak menjadi prioritas. Pemerintah, rumah potong, dan peternak harus bersatu menjaga keseimbangan pasar, menghindari penurunan harga yang merugikan. Keterlibatan semua stakeholder menjadi kunci untuk menstabilkan harga dan mencegah kerugian lebih lanjut bagi peternak kecil.

harga ayam hiduppeternak kecilpemerintahrumah potong hewan unggasARPHUINRPHUkeseimbangan pasar

Komentar

Memuat komentar...