Harga Bawang Putih Tembus Rp100 Ribu di 269 Daerah

Cahyo S. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Harga Bawang Putih Tembus Rp100 Ribu di 269 Daerah

Gambar atau konten salah?

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga bawang putih mengalami kenaikan di 269 kabupaten dan kota di Indonesia. Angka ini setara dengan 74,72 persen dari total wilayah tanah air. Data tersebut tercatat hingga pekan kedua bulan Juli 2026.

Di beberapa daerah, harga bawang putih bahkan sudah menyentuh angka Rp 100 ribu per kilogram. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa kenaikan harga bawang putih memiliki penyebaran paling luas jika dibandingkan dengan komoditas pangan lainnya.

"Bawang putih perlu mendapatkan perhatian secara serius karena sudah ada 269 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga bawang putih," kata Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah pada Senin, 13 Juli 2026.

Rata-rata harga bawang putih secara nasional saat ini mencapai Rp 42.611 per kilogram. Angka tersebut jauh di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen yang telah ditetapkan. Harga tertinggi tercatat di Provinsi Papua Pegunungan, yakni mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Beberapa daerah lain juga mencatat harga yang sudah melampaui HAP secara signifikan. Di Aceh Selatan, harga bawang putih mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Sementara di Gorontalo Utara, harganya juga sama, Rp 50 ribu per kilogram. Kondisi paling ekstrem terjadi di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, di mana harga menyentuh Rp 79 ribu per kilogram.

"Kabupaten Aceh Selatan harganya Rp 50 ribu per kg, perubahan IPH-nya sudah 36,38% dan harga ini 31,6% di atas HAP. Selanjutnya Gorontalo Utara harganya Rp 50 ribu per kg, perubahan IPH-nya 20,98% dan harganya 31,58% di atas HAP. Kalau di Kabupaten Deiyai harganya Rp 79 ribu, dia 107,89% di atas HAP," ungkap Amalia.

Kenaikan harga ini tidak disebabkan oleh minimnya pasokan impor. Justru sebaliknya, volume impor bawang putih mengalami peningkatan. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Indonesia mengimpor sebanyak 229,76 ribu ton bawang putih. Angka ini naik 28,44 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Amalia menjelaskan bahwa penyebab utama kenaikan harga adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Selain itu, biaya logistik internasional juga meningkat. Kedua faktor ini membuat harga bawang putih impor menjadi lebih mahal, terutama pada Juni 2026.

"Kenaikan harga dari bawang putih salah satunya ada faktor dari pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya biaya logistik internasional," jelas Amalia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Nawandaru, menambahkan bahwa biaya logistik internasional melonjak setelah adanya penutupan di Selat Hormuz. Peristiwa ini memicu persaingan antarnegara untuk mendapatkan kapal-kapal berbendera China.

"Pasca adanya krisis Selat Hormuz, kapal-kapal berbendera China diperebutkan banyak negara. Ini menjadi salah satu pemicu kenaikan biaya logistik atau distribusi dari negara produsen, yaitu China, ke Indonesia," katanya.

Kementerian Perdagangan saat ini tengah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Langkah yang diambil adalah mendorong para importir untuk mengarahkan kapal pembawa bawang putih agar langsung bersandar di pelabuhan-pelabuhan utama di kawasan timur Indonesia. Kebijakan ini diharapkan bisa memangkas biaya distribusi dan menekan harga di wilayah timur yang mengalami kenaikan paling tinggi.

"Kami berharap pelaku usaha dapat mengarahkan dropping langsung ke pelabuhan utama di kawasan timur sehingga biaya logistik berkurang dan distribusi ke daerah-daerah yang saat ini mengalami tekanan harga tinggi menjadi lebih efisien," ujar Nawandaru.

Kenaikan harga bawang putih ini menjadi perhatian karena penyebarannya sangat luas. Meskipun pasokan impor meningkat, faktor eksternal seperti nilai tukar dan biaya logistik global menjadi pemicu utama. Daerah-daerah di Indonesia timur menjadi yang paling terdampak dengan harga yang melonjak jauh di atas acuan.

kenaikan harga bawang putihBPSimpornilai tukar rupiahbiaya logistikHarga Acuan PenjualanPapua

Komentar

Memuat komentar...