KAI Operasikan 18 dari 27 Rangkaian KRL Baru
Gambar atau konten salah?
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah meremajakan armada kereta rel listrik (KRL) dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak 27 rangkaian kereta baru disiapkan, dengan total 324 unit gerbong.
Pengadaan kereta ini terbagi dalam dua jalur. Sebanyak 11 rangkaian diimpor dari China, diproduksi oleh CRRC. Sementara itu, 16 rangkaian sisanya diproduksi di dalam negeri oleh PT INKA.
Berdasarkan pembaruan internal terakhir dari KAI, 18 dari 27 rangkaian baru—atau 216 kereta—sudah beroperasi. Rinciannya, 11 rangkaian buatan CRRC dan 7 rangkaian buatan INKA.
"Rangkaian SF12 memberikan kapasitas lebih besar dalam satu perjalanan. Penyediaan sarana berkapasitas lebih besar perlu didukung kesiapan peron, jalur, sistem kelistrikan, fasilitas perawatan, petugas, dan pengaturan perjalanan agar manfaatnya dapat dirasakan pelanggan secara optimal," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya, dikutip Senin, 13 Juli 2026.
Sembilan rangkaian produksi INKA lainnya masih dalam tahapan sesuai progres masing-masing sebelum digunakan. Penempatan setiap rangkaian disesuaikan dengan kebutuhan operasi di berbagai lintas layanan KRL Jabodetabek. Sejauh ini, 11 rangkaian CRRC sudah dioperasikan secara bertahap untuk memperkuat layanan di Bogor Line dan Cikarang Line.
Perbaikan peron stasiun
Semua kereta baru memiliki formasi 12 kereta per rangkaian. KAI pun memperbaiki peron di sejumlah stasiun agar kereta baru bisa digunakan. Salah satunya di Stasiun Bogor.
KAI menyiapkan peron jalur 6, 7, dan 8 untuk mendukung pengoperasian KRL dengan formasi 12 kereta atau SF12. Sebelumnya, jalur tersebut maksimal melayani rangkaian SF10.
Pengembangan ini memberi fleksibilitas lebih besar dalam mengatur kedatangan dan keberangkatan KRL SF12 di Stasiun Bogor. Peron jalur 6, 7, dan 8 telah melalui uji bersama yang melibatkan tim prasarana, sarana, dan operasi.
Tahapan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur, peron, listrik aliran atas, sarana KRL SF12, serta pola operasi sebelum fasilitas digunakan dalam pelayanan pelanggan.
Uji bersama tersebut melanjutkan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026 dan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026. Seluruh hasil pengujian menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan pada tahap akhir pekerjaan.
"Uji bersama memastikan sarana, prasarana, dan pola operasi memiliki kesiapan yang selaras. Pemeriksaan dilakukan secara cermat karena keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama sebelum fasilitas digunakan," kata Anne.
Peremajaan armada ini merupakan langkah bertahap. Dari total 27 rangkaian baru, sebagian besar sudah beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian. Penyesuaian infrastruktur seperti peron stasiun menjadi bagian penting agar kereta berkapasitas lebih besar bisa berjalan optimal. Semua ini dilakukan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan keandalan perjalanan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pendaftaran Magang Nasional 2026 Dibuka Pekan Ini
Harga Emas Antam Anjlok Rp 20.000 per Gram
Garuda Indonesia Ubah Sistem Bagasi per 1 September 2026
Prabowo: 3-4 Tahun Lagi RI Bisa Hasilkan Bensin dari Tanaman
Prabowo Tantang yang Ragu: Silakan Cari Negara Lain
Prabowo Kecam Tamu Asing yang Merampok
Berita Terbaru
Koas Unsri Pindah, RSMH Kini Khusus Dokter Spesialis
Polisi Bali Latih Bicara di Depan Umum
Dua Remaja Ditemukan Tewas di Jurang Gunung Bismo
ASN Izin Terlambat Demi Antar Anak Hari Pertama Sekolah
NON by KKDC: Kafe dengan Galeri Cahaya Imersif di Wijaya
Wisatawan Diseruduk Bison di Yellowstone, Terlempar 2,4 Meter
Kane Redam Ketegangan Usai Tuchel Kritik Bellingham
Marquez Dekati Rekor 89 Kemenangan Rossi
Meta Terancam Denda Rp191 Triliun karena Bikin Kecanduan