Harga Emas ANTAM Turun, Rupiah Lepas, Dolar Safe Haven

Sigit W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 106 dibaca
Bisik.id
Harga Emas ANTAM Turun, Rupiah Lepas, Dolar Safe Haven

Gambar atau konten salah?

Harga emas ANTAM terus melemah. Pada hari kemarin, harga per gram turun Rp 50.000, sedangkan hari ini turun lagi Rp 25.000. Fluktuasi ini menandakan pasar emas sedang tidak stabil.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penurunan harga dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran, yang dimediasi oleh Pakistan, tidak berjalan lancar. Kondisi ini membuat dolar menguat dan harga minyak dunia naik, sehingga investor tidak lagi melihat emas sebagai tempat aman.

“Naiknya harga‑harga komoditas akibat inflasi tinggi dari minyak mentah berdampak negatif terhadap emas. Karena, investor yang tadinya berfokus terhadap logam mulia, mereka berpindah ke Dolar sebagai safe haven,” ujar Ibrahim saat dihubungi detikcom, Kamis (23/4/2026).

Ibrahim juga memprediksi bahwa pergerakan harga emas akan tetap fluktuatif, tergantung pada perkembangan geopolitik global. Ia menilai bahwa jika harga emas ANTAM terus turun, maka akan mencapai titik terendah di Rp 2.750.000 per gram.

“Kalau seandainya turun pun juga kemungkinan besar hanya di 2.750 juta. Itu level terendah. Karena apa? harus ingat bahwa rupiah terus mengalami pelemahan. Pelemahan rupiah yang sekarang sudah di atas Rp 17.300 ini mengindikasi bahwa logam mulia itu akan kembali berjaya lagi,” kata Ibrahim.

Ariston Tjendra, pengamat pasar uang lainnya, menambahkan bahwa konflik AS‑Iran yang masih berlanjut mengganggu suplai minyak mentah dunia. Hal ini memicu kenaikan harga minyak dan inflasi, sehingga dolar AS menjadi safe haven yang lebih menarik.

“Aset safe haven Dolar AS menjadi semakin menarik karena ekspektasi kenaikan inflasi ini menaikan tingkat imbal hasil obligasinya. Tingkat imbal hasil yang semakin menarik ini memicu peralihan aset dari safe haven emas ke Dolar AS sehingga harga emas turun belakangan ini dan Dolar AS menguat,” kata Ariston.

Berikut data harga terkini dari situs Logam Mulia Antam: satuan harga terkecil, 0,5 gram, berada di Rp 1.452.500. Harga emas 10 gram dijual Rp 27.545.000, sedangkan ukuran terbesar 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 2.745.600.000. Rentang harga emas Antam dalam seminggu terakhir adalah Rp 2.805.000–2.893.000 per gram, dan dalam sebulan terakhir turun hingga Rp 2.992.000 per gram.

Buyback harga emas hari ini melemah sebesar Rp 30.000 per gram, kini berada di Rp 2.610.000 per gram. Jika ingin menjual emas, Antam akan membelinya dengan harga tersebut. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 22 sebesar 1,5 %. Pajak tersebut dipotong langsung pada saat pelaksanaan buyback.

Harga emas ANTAM yang terus turun menandakan investor semakin memilih dolar AS sebagai tempat aman. Perubahan geopolitik dan kenaikan harga minyak tetap menjadi faktor utama mempengaruhi pasar logam mulia ini. Dengan kondisi rupiah yang melemah, emas masih dapat menjadi pilihan bagi mereka yang mencari perlindungan nilai, meskipun saat ini harganya berada di level terendah.

harga emasANTAMgeopolitikminyakdolar ASsafe havenrupiahinflasi

Komentar

Memuat komentar...