Harga Emas Dunia Tumbuh, Antam Mencapai Rp 75.000 di Indonesia

Lia N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
Harga Emas Dunia Tumbuh, Antam Mencapai Rp 75.000 di Indonesia

Gambar atau konten salah?

Harga emas dunia kembali menguat pada sesi perdagangan terakhir, menandai perubahan sentimen pasar yang dipicu oleh harapan akan meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah dan melemahnya dolar Amerika Serikat.

Logam mulia sempat tertekan, turun hingga US$ 4.482, sebelum berbalik arah dan naik ke kisaran US$ 4.648. Di Indonesia, harga emas Antam juga melonjak, mencapai Rp 75.000 dan mencapai level Rp 2.902.000 per gram pada hari ini.

Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap sinyal bahwa ketegangan antara Iran dan AS mulai mereda, setelah muncul indikasi kedua pihak membuka peluang penyelesaian konflik. Analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD saat ini menampilkan tren bullish jangka pendek.

Secara teknikal, penguatan didukung pola candlestick dan indikator moving average pada timeframe satu jam (H1), yang menunjukkan tekanan beli masih dominan. “Selama tekanan bullish berlanjut, harga emas berpotensi menguji level resistance di 4.862 dolar AS. Namun, jika terjadi koreksi, maka area support terdekat berada di kisaran 4.539 dolar AS,” ujar analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, dalam risetnya 01 April 2026.

Dari sisi fundamental, penguatan emas juga didorong oleh turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield obligasi tenor 10 tahun tercatat turun ke level 4,31%, yang berimbas pada pelemahan dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) melemah ke posisi 99,91, sehingga meningkatkan daya tarik emas bagi investor global.

Pasar juga memperhatikan data ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan di sektor tenaga kerja. Penurunan jumlah lowongan pekerjaan menambah sinyal perlambatan ekonomi. Meski begitu, tekanan inflasi tetap menjadi perhatian, karena kenaikan harga energi menjaga ekspektasi inflasi tetap tinggi, seiring pernyataan pejabat Federal Reserve yang menekankan pentingnya menjaga kredibilitas kebijakan moneter.

Dengan kombinasi sentimen geopolitik, pelemahan dolar, dan faktor teknikal yang mendukung, harga emas diperkirakan akan bergerak volatil dalam jangka pendek dengan kecenderungan menguat. Investor disarankan mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global sebagai acuan dalam pengambilan keputusan.

Secara keseluruhan, pergerakan harga emas ini menandai reaksi pasar terhadap dinamika geopolitik dan kondisi makroekonomi, di mana faktor-faktor seperti ketegangan regional, kebijakan moneter AS, dan sentimen investor global saling memengaruhi.

Harga emas duniaKonflik geopolitik Timur TengahDolar AS melemahAntamXAU/USD bullishYield obligasiDXYFederal Reserve

Komentar

Memuat komentar...