Harga Minyak Naik 6%: Tensi Hormuz, Blokade AS, UEA Keluar OPEC
Gambar atau konten salah?
Harga minyak mentah dunia melonjak tajam, naik lebih dari 6% pada akhir perdagangan Rabu (29 April 2026). Peningkatan ini menandakan kekhawatiran investor bahwa normalisasi aliran minyak melalui Selat Hormuz tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Brent, patokan global bagi harga minyak, tercatat naik sekitar 6% dan menutup pada US$ 118,03 per barel. Sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik hampir 7%, berakhir di US$ 106,88 per barel. Kenaikan ini memperpanjang reli tajam selama satu minggu terakhir.
Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, yang bertujuan mengakhiri konflik, telah terhenti beberapa hari terakhir. Iran menolak membuka kembali Selat Hormuz sampai Amerika Serikat mencabut blokade mereka. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan akan mempertahankan blokade angkatan laut AS terhadap Iran hingga mereka menyetujui kesepakatan nuklir.
“Blokade ini agak lebih efektif daripada pengeboman. Mereka tercekik seperti babi yang dijejali, dan keadaan akan lebih buruk bagi mereka. Mereka tidak bisa memiliki senjata nuklir,” kata Trump pada Rabu (29 April) waktu setempat.
Pasar energi global juga memperhatikan keputusan mendadak Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari OPEC. Meskipun analis menilai dampaknya terbatas mengingat krisis Timur Tengah yang sedang berlangsung, keputusan tersebut tetap menjadi pukulan bagi OPEC.
“Keluarnya UEA dari kelompok produsen minyak tersebut merupakan pukulan besar bagi OPEC dan pasti akan disambut baik oleh Trump, karena hal itu mengikis pengaruh OPEC di pasar minyak, sementara itu juga akan bermanfaat bagi importir dan konsumen,” ungkap analis di bank asal Belanda, ING, dalam catatan riset mereka.
Dalam jangka pendek, pendorong utama harga minyak tetaplah perkembangan di Teluk Persia dan kapan aliran minyak melalui Selat Hormuz akan kembali normal. Keputusan UEA keluar OPEC menambah ketidakpastian, sementara blokade AS menambah tekanan pada Iran. Investor tetap pesimis bahwa kesepakatan penghentian perang dapat tercapai dalam waktu dekat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
