Harga Tiket PRSU 2026 Rp35 Ribu, Warga Ramai Protes
Gambar atau konten salah?
Warga ramai mengeluhkan harga tiket masuk Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026. Mereka menilai tarif yang ditetapkan terlalu mahal. Panitia akhirnya angkat bicara.
Farah, selaku Bidang Humas PRSU 2026, menjelaskan bahwa tiket bukan sekadar akses masuk. Lebih dari itu, menurutnya, tiket merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya Sumatera Utara.
"Panitia menyambut positif berbagai masukan dari masyarakat terkait kebijakan HTM sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan PRSU," ujar Farah dalam keterangan tertulis pada Rabu, 08 Juli 2026.
Ia menganggap wajar jika ada beragam pandangan terhadap penyelenggaraan event besar. "Tentu selama setiap masukan menjadi perhatian dan bahan evaluasi kami dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Namun perlu kami sampaikan, bahwa PRSU ke-50 hadir dengan arah dan wajah baru," kata Farah.
Panitia tidak lagi memandang PRSU sekadar tempat hiburan. Kini, kata Farah, acara ini dirancang sebagai panggung yang mengangkat identitas, budaya, dan potensi Sumatera Utara. Semua melalui proses kurasi yang lebih terarah.
Berbagai pertunjukan seni, budaya, dan ekonomi kreatif telah melalui kurasi ketat. Tujuannya memastikan kualitas, keberagaman, serta representasi seluruh etnis dan kekayaan budaya Sumatera Utara.
"Sekitar 75 persen konten yang dihadirkan merupakan hasil karya pelaku seni, budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif lokal. Dengan demikian, harga tiket yang dibayarkan masyarakat tidak hanya menjadi akses untuk menikmati rangkaian acara, tetapi juga merupakan bentuk dukungan terhadap ekosistem kreatif dan pelestarian budaya daerah," jelas Farah.
Penetapan harga tiket, lanjut Farah, juga mempertimbangkan kualitas penyelenggaraan secara menyeluruh. Mulai dari keamanan, kenyamanan, fasilitas, hingga penyajian program yang lebih baik.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman yang memiliki nilai lebih bagi setiap pengunjung. Di sisi lain, PRSU dengan wajah barunya juga dirancang sebagai ruang yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Selama ini, PRSU kerap dipersepsikan hanya menyasar segmen tertentu," ungkap Farah.
Ke depan, panitia ingin PRSU dinikmati semua kalangan. Mulai dari masyarakat umum, pelaku UMKM, komunitas seni dan budaya, keluarga, generasi muda, hingga profesional dan dunia usaha.
"Dengan kualitas program yang semakin baik, kami berharap PRSU menjadi ruang bersama yang mampu mempertemukan seluruh elemen masyarakat dalam satu panggung kebanggaan Sumatera Utara," pungkas Farah.
Harga tiket masuk PRSU untuk area non-konser sebesar Rp 35.000. Sementara untuk area konser sebesar Rp 75.000.
Angka ini melonjak drastis dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Sebelumnya, tiket hari biasa hanya Rp 10.000 dan Rp 35.000 untuk akhir pekan.
Di media sosial, keluhan warga tidak hanya soal harga tiket. Banyak juga yang mengeluhkan biaya parkir yang mahal.
Kenaikan harga tiket PRSU ini menjadi perbincangan hangat. Warga membandingkannya dengan tahun-tahun sebelumnya yang jauh lebih murah. Panitia berharap masyarakat bisa melihat nilai lebih dari konten dan kurasi yang disajikan, bukan sekadar biaya masuk.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PU Bangun Tiga Jalur Baru di Aceh Tengah
Menteri PU Beri Rompi ke Warga yang Perbaiki Jembatan
Tiket Medan-Jakarta Lebih Murah, Syaratnya Transit di Malaysia
Jembatan Miring di Aceh, Menteri PU Turun ke Sungai Cek Struktur
KPK Cabut Segel Ruang Bupati Langkat
Martin Puncaki Klasemen MotoGP 2026 Jelang Libur Musim Panas
Berita Terbaru
Argentina Bangkit dari Ketinggalan Dua Gol, Tumbangkan Mesir
Komisi III DPRD Tinjau IPA Rancamaya, Soroti Defisit Air
DPRD Bogor Sahkan Aturan Rumah Susun dan CSR
Warga Pindah ke Surabaya Diminta Bayar Rp 500 Ribu
Restoran AS Tagih Orang Tua Rp5 Juta Akibat Anak Rusak Properti
Kunjungan ke Kota Lama Semarang Tembus 236 Ribu Selama Libur Sekolah
Hasil PISA 2025 Diumumkan Akhir 2026
Purbaya Buka Suara soal Pertemuan dengan Said Iqbal, Bahas Pajak JHT