Huang Mencicipi Mi Beijing di Kafe Sederhana Nanluoguxiang
Gambar atau konten salah?
Di jantung gang bersejarah Nanluoguxiang di Beijing, restoran mi Fangzhuanchang telah lama dikenal lewat satu hidangan utama: zhajiangmian, mi yang disajikan dengan pasta kedelai fermentasi dan daging babi cincang.
Keberadaan kedai sederhana ini tidak pernah menarik perhatian publik secara luas, kecuali akhir pekan lalu ketika CEO Nvidia, Jensen Huang, mampir di sela kunjungannya bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan delegasi bisnis seperti Elon Musk serta Tim Cook. Huang, yang dikenal suka mencoba restoran kecil di setiap negara yang dikunjunginya, bahkan beberapa waktu lalu menghabiskan waktu di Blok M di Indonesia.
Foto yang tersebar di media sosial China pada 15 Mei 2023 menampilkan Huang, orang terkaya ketujuh dunia dengan harta 192 miliar USD atau sekitar 3.400 triliun rupiah menurut Forbes, mengenakan jaket kulit hitam khasnya. Ia terlihat santai memakan semangkuk mi di luar restoran.
Menurut staf restoran, kunjungan Huang terjadi sekitar jam makan siang. Ia diundang mencoba hidangan andalan kedai seharga 38 yuan atau sekitar Rp 100 ribu. Karena tempat penuh, ia berdiri di luar sambil menikmati mi dan berbincang dengan orang lewat. "Ini enak sekali," kata staf, sambil menandai semangkuk mi di depan pintu masuk. Orang di sekitar berkerumun merekam momen tersebut.
Namun, menu douzhi’er, minuman kedelai fermentasi berwarna abu kehijauan, membuat Huang mengernyitkan dahi. Minuman klasik Beijing ini tidak disukai semua orang. Ia kemudian cepat membeli minuman manis Mixue untuk menetralkan rasa asam.
Fangzhuanchang terletak di antara gang sempit, rumah-rumah berhalaman, serta deretan kedai jajanan tradisional dan restoran lokal. Restoran ini berulang kali mendapat pengakuan dalam kategori Michelin Bib Gourmand, yang menyoroti tempat dengan makanan berkualitas tinggi namun harga terjangkau. Inspektur Michelin memuji cara kedai mempertahankan suasana tradisional yang dikelola keluarga, sambil fokus hampir hanya pada satu hidangan spesial.
Pengunjung sering menunggu hingga 20 menit di jam sibuk karena antrean panjang. Meskipun sederhana, tempat ini tetap menjadi magnet bagi para pencinta kuliner yang mencari cita rasa autentik Beijing.
Peristiwa kunjungan Huang menegaskan bahwa bahkan tokoh dunia sekalipun menghargai keaslian dan rasa sederhana. Restoran ini tetap menjadi contoh bagaimana tradisi kuliner lokal dapat menarik perhatian global tanpa mengubah esensinya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Garuda Indonesia Ubah Sistem Bagasi per 1 September 2026
Marc Marquez Pole di MotoGP Jerman, Bezzecchi Cedera
Warga Malang Mulai Borong Alat Tulis Jauh Sebelum Sekolah
Ledakan Toko Bangunan di Purwakarta, Satu Tewas
Prabowo: 3-4 Tahun Lagi RI Bisa Hasilkan Bensin dari Tanaman
PS Bhayangkara Polda Babel Juara Umum Silat IPSI Cup
Sensus Ekonomi Aceh Capai 50 Persen, Tertinggi Nasional
Bos Robbak Bon Utang Karyawan, Restoran Malah Makin Laris
