Jembatan Cawas Ditutup Mulai Jumat, Cari Jalur Alternatif

Kartika D. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Jembatan Cawas Ditutup Mulai Jumat, Cari Jalur Alternatif

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memulai proyek pemugaran jembatan di atas Sungai Dengkeng, yang terletak di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, pada pekan ini. Jembatan yang menjadi penghubung jalur Klaten-Gunungkidul-Sukoharjo ini akan ditutup total mulai pekan ini. Pengguna jalan diminta mencari rute alternatif.

"Akan ada penutupan berkaitan dengan pembangunan jembatan Dengkeng. Surat dari pemborong sedang proses, tapi secara lisan untuk update penutupan jembatan nanti tanggal 10 Juli atau hari Jumat," jelas Kanit Keamanan dan Keselamatan Sat Lantas Polres Klaten Iptu Yamto, Senin (06 Juli 2026) siang.

Yamto menjelaskan bahwa sosialisasi kepada warga sudah dilakukan. Kemungkinan besar besok rambu-rambu lalu lintas sudah dipasang di setiap ruas jalan. Karena tidak ada jembatan darurat di lokasi tersebut, pengguna jalan harus memanfaatkan jalur alternatif. "Untuk pembangunan jembatan sendiri, dari pemborong, informasi sementara itu tidak ada pembangunan jembatan darurat. Kita sudah konfirmasi terakhir tadi tidak ada pembangunan jembatan darurat," kata Yamto.

Dengan kondisi itu, Yamto melanjutkan, akan ada pengalihan arus untuk semua jenis kendaraan. Rekayasa lalu lintas dari arah Solo atau pintu keluar tol Ceper bisa melewati Kecamatan Karangdowo. "Dari arah Solo ke Gunungkidul bisa melewati Kota Kecamatan Pedan (ke kiri)- Karangdowo - Posis- Kecamatan Cawas - Gunungkidul. Demikian juga sebaliknya dari Gunungkidul," terang Yamto.

Untuk mobil pribadi dan sepeda motor yang datang dari arah Gunungkidul dan Sukoharjo, bisa melewati Desa Gombang ke arah timur yang tembus ke Posis. Proyek ini diperkirakan selesai pada akhir tahun. "Diperkirakan akhir tahun bulan Desember sudah selesai sehingga bisa dilalui untuk liburan Nataru," imbuhnya.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, membenarkan proyek tersebut akan segera dimulai. "Sudah kontrak (pekerjaannya). Hari Sabtu kemarin 4 Juli sudah tahapan sondir dan tahapan boring (di lokasi)," ungkap Henggar.

Kepala Desa Cawas, Kecamatan Cawas, Mujiono menyatakan pekan ini pembangunan jembatan dimulai. Sosialisasi sudah dilakukan. "Sosialisasi sudah. Ya nanti harapannya ada rambu karena di sini itu untuk lewat ribuan orang, jalur ekonomi dan wisata," katanya di kantornya. "Alternatif jalur bagi warga Cawas bisa lewat bendung Talang-Klaten. Yang mau ke Jogja tidak masalah, lewat jalan Bayat-Wedi," imbuhnya.

Belum ada aktivitas di lokasi proyek saat ini. Masyarakat masih bisa melintasi jembatan tersebut untuk sementara waktu.

Sebelumnya, jembatan Cawas di jalan raya Cawas-Gunungkidul-Sukoharjo di Kecamatan Cawas, Klaten, diketahui melengkung. Tiang jembatan di sungai terbesar di Klaten itu juga retak dan mulai ambles. Tiang penyangga jembatan di bagian paling selatan terlihat retak. Badan jembatan juga terlihat turun saat dilintasi. Dari papan prasasti di bagian utara jembatan, tertulis jembatan tersebut diresmikan pada tahun 1970. Banyak kendaraan melintas setiap hari, seperti mobil, truk, dan bus besar.

"Melengkung pun dangu, nggih pun luweh setahun (melengkung sudah lama, ya setahun lebih). Ke selatan arah Gunungkidul," kata warga setempat, Paijo (50), Kamis (09 Januari 2025). Paijo menjelaskan jembatan itu sudah lama dibangun dan setiap hari ramai kendaraan karena termasuk jalan milik provinsi. "Jalan provinsi sebabnya. Ya kalau hujan deras sekarang air hampir meluap ke jalan karena rata dengan talut jembatan," kata Paijo.

Jembatan yang dibangun pada tahun 1970 ini sudah berusia lebih dari 50 tahun. Kerusakan struktural seperti tiang retak dan badan jembatan yang melengkung menjadi alasan utama pemugaran. Proyek ini diharapkan selesai sebelum libur Natal dan Tahun Baru agar jalur ekonomi dan wisata di kawasan tersebut kembali normal.

pemugaran jembatanjalur alternatifSungai DengkengKabupaten Klatenpengalihan arussosialisasi wargaproyek infrastruktur

Komentar

Memuat komentar...