Empat Pelaku Serangan di Pati Menyerahkan Diri
Gambar atau konten salah?
Empat orang yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, akhirnya menyerahkan diri ke polisi. Mereka datang sendiri ke kantor polisi tanpa ada pengejaran atau penangkapan terlebih dahulu.
Kapolsek Batangan, AKP M Setiawan, menjelaskan bahwa para pelaku memutuskan untuk menyerahkan diri setelah ada upaya mediasi dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat. "Pelaku mengamankan diri setelah upaya mediasi pendekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat," katanya saat dihubungi pada Senin, 06 Juli 2026.
Menurut Setiawan, keempat warga Kecamatan Batangan itu menyerahkan diri pada Minggu malam, 05 Juli 2026. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. "Empat orang sudah kami amankan setelah menyerahkan diri. Penanganan langsung dari Polresta Pati," ujar Setiawan.
Sementara itu, Kepala Desa Ketitang Wetan, Ali Muntoha, menyampaikan harapannya agar kasus ini bisa diusut secara tuntas. Ia meminta polisi untuk menangkap semua pelaku yang terlibat dalam aksi penyerangan terhadap warganya. "Kami berharap seluruh pelaku yang terlihat dalam rekaman CCTV dapat segera ditangkap agar kasus ini benar-benar tuntas dan masyarakat kembali merasa aman," jelasnya.
Sebelumnya, pada Jumat malam, 03 Juli 2026, sekelompok orang tidak dikenal (OTK) menyerang warga Desa Ketitang Wetan. Akibat serangan itu, beberapa warga mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Tidak hanya itu, sejumlah sepeda motor milik warga juga rusak karena dilempari batu oleh rombongan tersebut.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat gerombolan pemuda berlarian memasuki permukiman warga. Beberapa di antara mereka membawa batu dan kayu panjang. Rombongan itu terlihat menyerang warga setempat, dan sepeda motor yang diparkir pun tidak luput dari amukan mereka. Total ada empat orang yang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa ini mengguncang warga Desa Ketitang Wetan. Mereka berharap polisi bisa segera menuntaskan kasus ini dan menangkap semua pelaku yang terlibat, sehingga rasa aman bisa kembali dirasakan oleh masyarakat setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
