Ibu di Jakarta Curhat: Suami Menilai Dia Makan Terlalu Banyak
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, seorang ibu yang baru saja melahirkan mengungkap rasa malu karena suaminya menilai ia makan terlalu banyak. Ia memposting curhatnya di Threads, dan pesan itu segera menyebar luas di media sosial.
Menurut laporan yang dikutip pada 02 Juni 2026, wanita tersebut mengatakan nafsu makannya meningkat setelah melahirkan dan saat menyusui bayinya. Ia menegaskan bahwa perasaan itu umum dialami banyak ibu menyusui karena tubuh memerlukan lebih banyak energi untuk memproduksi ASI.
Namun, alih-alih mendapat pengertian, ia menerima komentar yang menyakitkan dari suaminya. Saat ia sedang menasihati seorang teman yang makan terlalu sedikit, suaminya berkata: "Saya bertanya kepada teman saya mengapa dia makan sangat sedikit. Namun suami saya malah berkata, 'Dia tidak seperti kamu yang nafsu makannya besar'."
Ia menjelaskan bahwa selama masa menyusui, ia hanya makan dua kali sehari. Meski begitu, suaminya tetap menganggap porsi makannya berlebihan. Pengalaman lain yang membuatnya kecewa terjadi saat masa nifas, di mana suaminya hanya memberinya satu butir telur untuk dikonsumsi.
Ia merasa kurang mendapatkan perhatian dan dukungan yang seharusnya diterima ibu setelah melahirkan. Rasa kecewa tersebut memuncak ketika ia mendengar komentar suaminya. Dalam kondisi emosi, ia mengaku sempat membuang ASI perah yang sudah dipersiapkan untuk bayinya dan meminta suaminya membeli susu formula sebagai pengganti.
Ia menyadari bahwa bayinya tidak bersalah dan seharusnya tidak terkena dampak dari konflik yang terjadi antara dirinya dan suaminya. Melalui unggahannya, ia juga mengingatkan wanita lain agar berhati-hati dalam memilih pasangan hidup. Menurutnya, menjadi ibu rumah tangga tanpa penghasilan membuat dirinya merasa semakin rentan ketika tidak mendapatkan dukungan dari pasangan.
Unggahan tersebut menuai banyak simpati dari netizen. Beberapa netizen menyarankan agar ia mencari dukungan dari keluarga maupun teman dekat. Tak sedikit pula yang mengingatkan para suami untuk lebih memahami kebutuhan istri setelah melahirkan, termasuk perubahan pola makan yang dapat terjadi selama masa menyusui.
Situasi ini menyoroti pentingnya dukungan suami bagi ibu menyusui, serta perlunya pemahaman terhadap perubahan tubuh dan pola makan yang terjadi setelah melahirkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
