Idul Adha 1447 H: Panduan Lengkap Salat dan Khutbah

Guntur P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
Idul Adha 1447 H: Panduan Lengkap Salat dan Khutbah

Gambar atau konten salah?

Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Pada hari raya ini, umat Islam di seluruh dunia berkumpul di lapangan terbuka untuk melaksanakan salat Id, yang merupakan dua rakaat sunnah muakkadah. Ibadah ini biasanya dilakukan secara berjamaah di tanah lapang, agar semua orang dapat merasakan kebersamaan.

Untuk memastikan salatnya benar, penting mengetahui tata cara lengkapnya. Mulai dari waktu pelaksanaan, jumlah takbir, surat yang dibaca, hingga ketentuan khutbah setelah salat. Panduan ini diambil dari buku Panduan Lengkap Shalat Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha karya Ustadz DR. Firanda Andirja.

Hukum dan Waktu Pelaksanaan Salat Idul Adha adalah sunnah muakkadah, yang berarti sangat dianjurkan. Mayoritas ulama, termasuk mazhab Malikiyyah dan Syafi'iyyah, bersetuju dengan pendapat ini.

Waktu salat dimulai dari terbit matahari hingga terbenamnya matahari (zawal). Waktu yang paling utama adalah setelah matahari mencapai puncak. Karena Idul Adha memerlukan penyembelihan hewan kurban, disunnahkan agar pelaksanaan salat dilakukan secepat mungkin. Dengan begitu, waktu penyembelihan dapat meluas.

Niat Salat Idul Adha harus dilakukan sebelum memulai. Berikut lafal niatnya:

Sebagai imam:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li 'iidil adha rak'ataini imaaman lillahi ta'ala
“Aku niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala.”

Sebagai makmum:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li 'iidil adha rak'ataini ma'muuman lillahi ta'ala
“Aku niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.”

Rakaat Pertama

1. Takbiratul Ihram – salat dimulai dengan takbir seperti salat pada umumnya.

2. Doa Istiftah – setelah takbiratul ihram, bacalah doa pembuka.

3. Takbir Zawaid (Takbir Tambahan) – 7 kali – setelah istiftah, bertakbir sebanyak tujuh kali sebelum membaca Al‑Fatihah. Hadits Amr bin Syu'aib mengatakan:
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فِي الْعِيدَيْنِ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ تَكْبِيرَةً، سَبْعًا فِي الْأُولَى، وَخَمْسًا فِي الْأَخِيرَةِ
“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bertakbir pada salat dua hari raya sebanyak 12 kali takbir; 7 kali di rakaat pertama, dan 5 kali pada rakaat kedua, selain dua takbir shalat.” Takbir tambahan ini sunnah, tidak membatalkan salat jika terlewat. Disunnahkan mengangkat tangan di setiap takbir tambahan, sebagaimana Ibnu Umar menceritakan bahwa beliau mengangkat kedua tangannya di setiap kali bertakbir sebelum rukuk.

4. Ta'awwudz dan Al‑Fatihah – setelah takbir tambahan, bacalah ta'awwudz (a'udzubillahi minasy-syaithanir-rajim) lalu Al‑Fatihah.

5. Membaca Surat – setelah Al‑Fatihah, bacalah salah satu surat berikut:
- Surat Qaaf (Qaaf wal Qur'aanil majiid) atau
- Surat Al‑A'la (Sabbihisma rabbikal a'la).

6. Rukuk, Sujud, dan seterusnya – lanjutkan gerakan salat seperti biasa: rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud.

Rakaat Kedua

1. Takbir bangkit dari sujud – berdiri untuk rakaat kedua dengan takbir seperti biasa.

2. Takbir Zawaid – 5 kali – sebelum membaca Al‑Fatihah, bertakbir sebanyak lima kali (selain takbir bangkit dari sujud).

3. Al‑Fatihah dan Surat – bacalah Al‑Fatihah, lalu salah satu surat berikut:
- Surat Al‑Qomar (Iqtarabatis-sa'atu wan-syaqqal-qamar) atau
- Surat Al‑Ghasyiyah (Hal ataaka hadiitsul ghasyiyah).

4. Rukuk hingga Salam – lanjutkan rukuk, i'tidal, sujud, duduk tasyahud, lalu salam.

Khutbah Setelah Salat

Khutbah Idul Adha dilaksanakan setelah salat, bukan sebelum. Ibnu Abbas meriwayatkan:
“Aku menyaksikan salat Idul Fitri bersama Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, Umar, dan Utsman, dan mereka semua salat sebelum khutbah.” (HR. Bukhari no. 4895, Muslim no. 884)

Hukum mendengarkan khutbah adalah sunnah, bukan wajib. Berdasarkan riwayat Abdullah bin As‑Saib, setelah salat Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kami akan berkhutbah. Barangsiapa yang suka duduk mendengarkan khutbah, duduklah. Barangsiapa yang ingin kembali, silakan kembali.”

Dengan mengetahui tata cara salat Idul Adha secara lengkap, ibadah menjadi lebih khusyuk dan sesuai tuntunan. Semoga Idul Adha 1447 H menjadi hari yang penuh berkah.

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker.

Idul Adhasalat sunnahtakbir zawaidsurat Qaafkhutbah Idul Adhapenyembelihan kurbanwaktu pelaksanaan

Komentar

Memuat komentar...