IHSG Rebound 7,57% ke 5.746,64, OJK Dorong Buyback Indonesia
Gambar atau konten salah?
IHSG menguat 7,57% menjadi 5.746,64 pada penutupan perdagangan 09 Juni 2026, setelah melemah beruntun sejak 03 Juni 2026. Kenaikan ini menandai pergeseran positif di pasar saham Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai banyak sentimen positif yang mendorong naiknya IHSG hari ini. Salah satu alasan utama adalah otoritas pasar modal diklaim berhasil menjawab kekhawatiran investor.
Selain itu, investor juga merespons positif aksi buyback atau pembelian kembali saham yang dilakukan oleh sejumlah emiten. OJK masih membolehkan aksi buyback tanpa mengambil keputusan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Hari ini alhamdulillah rebound. Dan kita lihat juga beberapa hal yang kemudian menjadi pertanyaan dari investor, sudah disampaikan. Dan juga kita melihat juga upaya untuk buyback saham ya, tanpa RUPS, sudah mulai ada wacana untuk dilakukan. Jadi kita melihat ini, sama-sama yuk supaya market kira bisa kembali lebih rebound," ungkapnya kepada wartawan di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (09 Juni 2026).
Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menjelaskan bahwa pelemahan IHSG yang terjadi beberapa waktu lalu juga sejalan dengan pergerakan sejumlah bursa Asia. Ia menyebut indeks Kospi Korea Selatan sempat mengalami trading halt atau penghentian sementara saham usai anjlok 8,5% di perdagangan Senin (08 Juni) kemarin.
"Kalau kita lihat kemarin di Korea itu sampai trading halt, ya, karena sudah 8,5% lebih mereka turun dan juga bursa-bursa lainnya. Tapi Di kita kemarin juga cukup dalam turunnya," pungkasnya.
IHSG pada penutupan perdagangan hari ini menguat 7,47% ke level 5.746,64. Volume perdagangan mencapai 45,17 miliar, nilai transaksi sebesar Rp 28,01 triliun, dan frekuensi saham yang diperdagangkan hari ini mencapai 2.714.409 kali.
Kenaikan IHSG pada 09 Juni 2026 menunjukkan bahwa kebijakan OJK yang memperbolehkan buyback tanpa RUPS dapat memicu optimisme investor. Namun, pergerakan bursa Asia yang masih volatil menandakan risiko tetap ada.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
AFTECH Dorong Pindar, Pinjaman Online Tumbuh 1,388 Triliun
IHSG Tutup Merah, Turun 0,28% Jadi 5.896,03 Pasar Jakarta
PT AHI Tetapkan Dividen Tertinggi 32,01 per Saham di Jakarta
BI‑PBOC Perkuat LCT & QR Lintas Batas Indonesia‑Tiongkok
Bank Dunia: Pertumbuhan Indonesia 2026 5%,Naik 5,2% 2027-28
BCA Dukung Desa Patakbanteng: Pariwisata, UMKM, Agrowisata
Berita Terbaru
Temuan Kepingan Emas di Candi Losari, Fokus Eksplorasi Baru
Piala Dunia 2026 Meksiko: Brazil Siap Hadapi Grup C
Semifinal AFF U-19 2026: Indonesia vs Australia 0-0
XLSmart: Jembatan Integrasi Tujuh Pilar Digital Indonesia
Inna Sri Sugiati Buka Usaha Asinan Fermentasi, BRI Mendukung
Pertamax Naik Rp 16.250: Menteri Jelaskan Penyesuaian Pasar
Klungkung Nyetujui Jalan Ida Dewa Agung Jambe Resmi
BMKG Prediksi Awal Kering 2026: 39,7% Wilayah Terpengaruh
